Seperti 2014 Silam, Marzuki Kill The DJ Tetap Dukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marzuki Mohammad, Jogja Hip Hop Foundation.(TEMPO/Dwianto Wibowo)

    Marzuki Mohammad, Jogja Hip Hop Foundation.(TEMPO/Dwianto Wibowo)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Marzuki Kill The DJ menyatakan masih mendukung Joko Widodo alias Jokowi dalam Pilpres 2019 ini. Musisi yang bernama asli Marzuki Mohammad itu juga mendukung Jokowi pada 2014 silam.

    Dalam Pilpres 2014 itu, Marzuki Kill The DJ bahkan telah menggubah sebuah lagu untuk menunjukkan dukungannya berjudul Bersatu padu Coblos No 2. Saat itu, berpasangan dengan Jusuf Kalla, Jokowi memang memiliki nomor 2 dalam konstestasi.

    Lagu Bersatu Padu Coblos No 2 itu diluncurkan di kanal Youtube. Dalam video tersebut, rapper Jawa ini memakai kemeja putih dan sekilas memang mirip Jokowi. Marzuki juga menyanyikannya dalam sebuah panggung di Yogyakarta.

     “Walau mendukung Jokowi pada 2014 lalu, saya pun tak pernah sekalipun menggunakan lagu Jogja Istimewa ini untuk kampanye politik,” ujar Marzuki di temui di Polda DIY Selasa 15 Januari 2019.

    Marzuki mendatangi Polda DIY untuk melaporkan dua akun media sosial –masing-masing twiter dan instagram- atas nama @CakKhum yang diduga pertama kali memviralkan video lagu Jogja Istimewa yang telah diubah liriknya menjadi berisi dukungan untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    Namun Marzuki menepis tudingan jika pelaporan itu karena perbedaan pilihan politiknya dengan akun yang ia laporkan. “Bahkan Pemda DIY pun juga pernah saya somasi karena memakai lagu itu tanpa izin untuk suatu acara, ini bukan soal dukung Jokowi atau Prabowo,” ujarnya.

    Marzuki menuturkan, lagu Jogja Istimewa itu baginya merupakan lagu yang memiliki nilai historis luar biasa dan ia anggap sebagai pelunasan hutang rasa cintanya pada Yogya. Dalam membuat lagu itu ia terinspirasi kepemimpinan Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan juga petuah petuah Soekarno, Presiden RI pertama.

    Marzuki menuturkan baginya penting menyuarakan protes terkait pengambilan hak cipta atas karyanya itu sebagai pembelajaran bagi publik. Agar dalam memperjuangkan sesuatu orang juga menghargai karya orang lainnya.

    “Ada hak-hak kekayaan intelektual seorang seniman yang harus dijaga, dan semua lagu saya terdaftar hak ciptanya, kalau mau menggunakan seharusnya izin dulu,” kata Marzuki Kill The DJ.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.