TKN: Prabowo Tak Akan Bisa Salip Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menunjukkan sejumlah indikator penilaian seleksi bakal calon legislatif dari PSI, di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Ahad, 5 November 2017. TEMPO/Putri.

    Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menunjukkan sejumlah indikator penilaian seleksi bakal calon legislatif dari PSI, di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Ahad, 5 November 2017. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni mengatakan tak ambil pusing dengan sindiran kubu Prabowo Subianto yang menyebut elektabilitas mereka stagnan. Antoni mengatakan faktanya Jokowi – Ma’ruf masih unggul 20 persen ketimbang lawannya

    “Sekarang pertanyaannya apa kubu sebelah bisa mengejar ketertinggalan 20 persen itu dengan kampanye yang tidak lama lagi?” kata dia di Kantor Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu 9 Januari 2019.

    Baca: Yang Dipersiapkan Tim Jokowi - Ma'ruf untuk ...

    Menjawab pertanyaannya sendiri, Antoni mengatakan kubu 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno akan kewalahan karena isu-isu hoax yang menurutnya selama ini dimainkan oleh Prabowo - Sandiaga tidak lagi ampuh menaikkan elektabilitas.

    Selasa 8 Januari kemarin, Indikator Politik mengeluarkan hasil survei yang dilakukan pada 16-26 Desember 2018. Hasilnya Jokowi - Ma'ruf Amin masih unggul dengan 54,9 persen, sedangkan Prabowo - Sandiaga Uno 34,8 persen dan pemilih yang belum memutuskan (undiceded voters) sebanyak 9,2 persen.

    Baca: Selain Tina Talisa, 9 Tokoh Poles Jokowi - Ma'ruf ...

    Antoni juga meragukan kemampuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dikabarkan akan turun langsung mengkampanyekan Prabowo - Sandiaga yang diyakini kubu Prabowo bisa mendongkrak elektabilitas. Antoni mengatakan ‘taji’ SBY sebagai politikus senior dan sudah berhasil memenangkan Pilpres dua kali, perlu dibuktikan lagi karena anaknya sendiri tak lolos ke Balai Kota DKI Jakarta pada Pilkada 2016.

    Untuk menunjukkan taji, kata Antoni, langkah paling dekat yang dapat dilakukan SBY adalah bersikap tegas kepada kader Demokrat, Andi Arief yang ditudung menyebarkan kabar bohong melalui media sosial. Antoni yakin cuitan Andi Arief soal 7 kontainer surat suara yang telah tercoblos dan belakangan diketahui hoax, dapat mencoreng citra Demokrat bahkan SBY sendiri. “Kira-kira Pak SBY masih bertaji gak untuk sekedar memberikan sanksi kepada orang semacam Andi Arief yang pasti merusak citra Demokrat dan citra Pak SBY?”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H