Statemen Saling Tuding Tim Jokowi dan Prabowo Soal Debat Pilpres

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat bersama tim sukses kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden membahas debat Pilpres 2019 di kantor KPU, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat bersama tim sukses kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden membahas debat Pilpres 2019 di kantor KPU, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kubu Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saling tuding terkait persiapan debat pemilihan presiden yang akan digelar perdana pada 17 Januari mendatang, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Kedua kubu masing-masing menuding lawannya takut menghadapi debat pilpres.

    Baca: Kubu Prabowo - Sandiaga Bentuk Tim Khusus untuk Persiapan Debat

    Aksi saling tuding ini berawal saat Komisi Pemilihan Pemilihan Umum (KPU) dan kedua tim kampanye bersepakat daftar pertanyaan akan diberikan ke kedua kubu sebelum debat berlangsung. KPU beralasan, dengan cara itu, capres dan cawapres lebih menguasai materi serta dapat menjawab pertanyaan dengan detail saat debat. KPU juga memutuskan tidak memfasilitasi penyampaian visi misi kedua kubu.

    Keputusan KPU membocorkan kisi-kisi pertanyaan debat ini memunculkan aksi sali tuding antara dua kubu. Berikut pernyataan dari kubu Jokowi dan Prabowo yang dihimpun Tempo.

    1. Kubu Jokowi Sebut Tak Pernah Takut Penyampaian Visi Misi

    Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga mengatakan kubunya tidak pernah takut penyampaian visi misi dilakukan langsung oleh pasangan calon. Hal ini dia sampaikan terkait tidak adanya penyampaian visi misi yang semula akan difasilitasi oleh KPU. Menurut KPU, mereka tak memfasilitasi itu karena kedua kubu tidak menemukan kesepakatan.

    Baca juga: Panelis: Pertanyaan Debat Pilpres Tidak Memojokkan Pasangan Calon

    Arya juga mengatakan, kubu Jokowi tak pernah takut menghadapi debat pilpres ini. "Kenyataannya, mereka yang minta tidak ada debat. Pihak 02 takut debat, tidak mau debat," ujar Arya Sinulingga di Posko Cemara, Jakarta pada Senin, 7 Januari 2019.

    2. Kubu Prabowo Bantah Tak Mau Ada Debat Capres

    Koordinator Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah pihaknya enggan ada debat capres. Tudingan itu sebelumnya disampaikan juru bicara TKN, Arya Sinulingga.

    "Loh debat kan sudah (diatur) lima kali, jadi itu pasti diikuti," kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandiaga, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 7 Januari 2019.

    Dahnil menyanggah tudingan itu. Dia mengatakan justru TKN-lah yang tak berani menjalani agenda pemaparan visi misi oleh kandidat secara langsung.

    3. Kubu Jokowi Sebut Kubu Prabowo Minta Kisi-kisi Debat

    Arya Sinulingga mengatakan bahwa dibocorkannya kisi-kisi pertanyaan debat kandidat merupakan permintaan kubu Prabowo. Ia tak khawatir pernyataannya ini dibantah kubu Prabowo.

    Kubu Prabowo, menurut Arya, hanya ingin penyampaian visi dan misi satu arah saja. Sedangkan kubu Jokowi–Ma’ruf ingin ada pendalaman visi misi saat debat. "Jadi jangan diputar balik semua," ucap Arya.

    4. Kubu Prabowo Sebut Siap Berdebat

    Dahnil Anzar mengatakan pihaknya tak menolak debat capres. Menurut dia, kubu Prabowo hanya menginginkan tambahan agenda untuk pemaparan visi misi.

    "Kami senang berdebat, bila perlu tambah jadi sepuluh enggak ada masalah," ujar mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ini.

    DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.