Cerita Ma'ruf Amin soal Rapat Debat Capres Bareng Erick Thohir

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) se-tapal kuda mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Dihadiri sekitar 5.000 orang yang terdiri dari kiai, ibu nyai, santri, serta wali santri se-wilayah Tapal Kuda, acara deklarasi tersebut digelar di Lapangan Desa Balet Baru, Jember, Jawa Timur, Kamis, 22 November 2018. Dok. Istimewa

    Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) se-tapal kuda mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Dihadiri sekitar 5.000 orang yang terdiri dari kiai, ibu nyai, santri, serta wali santri se-wilayah Tapal Kuda, acara deklarasi tersebut digelar di Lapangan Desa Balet Baru, Jember, Jawa Timur, Kamis, 22 November 2018. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Ma’ruf Amin menceritakan rapat persiapan debat capres bersama Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir. Menurut Ma’ruf, Erick datang bersama tim persiapan debat pada Ahad 6 Januari 2019 pagi.

    Baca: Kepada Suporter Sepak Bola, Ma'ruf Amin Janji Berantas Mafia Bola

    Ma’ruf melanjutkan rapat itu dipimpin langsung oleh Erick. Adapun hal-hal yang dibahas masih berupa masukan-masukan tentang persiapan debat pertama pada 17 Januari nanti. “Karena itu saya dan Pak Jokowi siap untuk mengikuti debat capres,” kata dia kepada wartawan di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini.

    Menurut Ma’ruf, tim persiapan debat ini terdiri dari beberapa pakar berbagai bidang. Namun Ma’ruf tidak menjabarkan secara detail siapa saja para pakar itu. Ia hanya menjelaskan pakar itu sudah tergabung dalam tim.

    Menurut pengakuan Ma’ruf materi yang dibahas adalah isu-isu yang akan menjadi tema pada debat pertama nanti, yakni Hukum, Hak Asasi Manusia, Korupsi, dan Terorisme. “Khusus yang akan diperdebatkan tanggal 17,” ucap dia.

    Ia mengatakan semua isu mendapatkan porsi yang sama, tidak ada yang lebih juga tidak ada yang kurang. Karena menurut dia semua isu penting.

    Adapun soal daftar pertanyaan debat yang akan diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum berjalannya debat, tidak terlalu berpengaruh. Ia mengatakan pertanyaan yang akan diberikan KPU banyak jumlahnya, sedangkan ia mengaku tidak tahu akan mendapatkan pertanyaan apa.

    Baca juga: Ma'ruf Amin: Tak Ada Larangan Mengucapkan Selamat Natal

    Namun, ia tidak menampik hal ini cukup memudahkan, ketimbang tidak diberi sama sekali. “Memang lebih mudah dibanding tidak ada sama sekali tapi juga tidak terlalu mudah,” kata Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Abu Bakar Baasyir, dari Radikalisme ke Terorisme

    Abu Bakar Baasyir dikabarkan akan mendapatkan status bebas. Ini kasus-kasus hukum terkait radikalisme dan terorisme yang menimpa Abu Bakar Baasyir.