Ini 5 Sumber Dana Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Reporter

Bakal calon presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan Jokowi-Ma'aruf Amin, dan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menyampaikan total penerimaan dana kampanye mereka sampai 1 Januari 2019, sebesar Rp 55,9 miliar. Angka itu terdiri dari laporan awal dana kampanye (LADK) sebesar Rp 11,9 miliar dan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) selama empat bulan masa kampanye sebesar Rp 44 miliar.

Baca: Bawaslu: Laporan Dana Kampanye Tak Transparan Diancam Pidana

"Jumlah pengeluaran dan pemasukan hampir sama, sehingga saldo kami saat ini mendekati Rp 0," ujar Bendahara TKN Jokowi-Ma'ruf, Sakti Wahyu Trenggono di kantor Komisi Pemilihan Umum, Rabu, 2 Januari 2018.

Trenggono menjelaskan, ada lima sumber pendanaan, yakni dari perorangan, partai politik, kelompok dan badan usaha non pemerintah, dan paslon. Berikut rincian dana yang digelontorkan lima sumber dana ini;

1. Perorangan

Dalam LADK, jumlah dana dari perorangan berupa cash sebesar Rp 1 miliar (berasal dari satu orang penyumbang). Kemudian dalam LPSDK, jumlah sumbangan yang didapat sebesar Rp 121,2 miliar (berasal dari 128 orang) terdiri dari cash sebesar Rp 97,2 miliar dan barang sejumlah Rp 24 miliar. Trenggono enggan menjelaskan siapa perorangan yang menyumbang, namun dia menjamin semua menyumbang sesuai batas yang ditentukan KPU.

2. Partai Politik

Trenggono menjelaskan, sampai saat ini baru ada dua dari sembilan partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf yang menyumbang, yakni NasDem dan Perindo. Dalam LADK, keduanya menyumbang dana berupa barang senilai Rp 3,4 miliar. Sedangkan dalam LPSDK, keduanya menyumbang lagi sebesar Rp 2 miliar, terdiri dari barang senilai Rp 1,53 miliar dan jasa senilai Rp 478,2 juta.

3. Kelompok

Dua kelompok dari persatuan olahraga tercatat paling banyak menyumbang dana kampanye untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Baca juga: Rincian Sumbangan Dana Kampanye Pilpres dan Partai Pemilu 2019

Tak ada dana dari kelompok di LADK, namun dalam LPSDK sumbangan dana dari kelompok sebesar Rp 37,9 miliar. Rincian sumbangan berupa barang sebesar Rp 6,75 miliar dan jasa sebesar Rp 31,16 miliar.

Dua kelompok penyumbang terbesar yakni dari persatuan olahraga TBIG dan TRG. Setelah ditelusuri, TBIG dan TRG merupakan singkatan dari nama dua perusahaan, yakni PT Tower Bersama Infrastructure Group Tbk (TBIG) dan Teknologi Riset Global (TRG) Investama. "Jadi di perusahaan itu ada persatuan olahraga yang terdiri dari para kontraktor dan investor. Kelompok tersebut valid dan benar adanya," ujar Trenggono.

Kedua perusahaan diketahui milik Trenggoni sendiri. Pria yang akrab disapa 'Mas Treng' itu memang dijuluki Raja Menara karena memiliki beberapa perusahaan menara yang besar.

4. Badan Usaha Non-Pemerintah

Dalam LADK, ada tiga badan usaha non-pemerintah yang menyumbang berupa cash sebesar Rp 7,5 miliar. Sementara dalam LPSDK, ada satu badan yang menyumbang sebesar Rp 3,99 miliar. Badan usaha itu diketahui bernama PT. Lintas Teknologi Indonesia. Presiden Direktur badan diketahui bernama Muhamad Paisol. Dari penelurusan Tempo, dia tidak memiliki afiliasi di partai politik tertentu.

5. Pasangan Calon

Sampai saat ini, pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin belum menyumbang dana kampanye. Namun, dana dari paslon tercatat di LPSDK sebesar Rp 32.029.420.

Trenggono menjelaskan, dana tersebut sebetulnya bukan dari kocek paslon 01, melainkan merupakan dana terendap di rekening awal dana kampanye yang kemudian berbunga. "Nah, oleh accounting, dana itu disebut milik paslon. Secara resmi belum, paslon belum menyumbang. Saya kira nanti," ujar Trenggono.






Korban Jiwa Gempa Cianjur Bertambah Lagi, Total Sudah 329 Orang

18 menit lalu

Korban Jiwa Gempa Cianjur Bertambah Lagi, Total Sudah 329 Orang

Satu jenazah korban jiwa Gempa Cianjur kembali ditemukan. Sebelas orang masih dinyatakan hilang.


Uji Kelayakan Calon Panglima TNI Digelar Besok, Komisi Pertahanan Bakal Berkunjung ke Rumah KSAL

2 jam lalu

Uji Kelayakan Calon Panglima TNI Digelar Besok, Komisi Pertahanan Bakal Berkunjung ke Rumah KSAL

Uji kelayakan calon Panglima TNI akan diisi dengan acara kunjungan ke rumah KSAL Laksamana Yudo Margono.


Perintah Jokowi ke Menteri ATR/BPN: Jangan Beri Ampun Mafia Tanah

3 jam lalu

Perintah Jokowi ke Menteri ATR/BPN: Jangan Beri Ampun Mafia Tanah

Jokowi menyebut Hadi merupakan mantan Panglima TNI, sehingga ia berharap ada ketegasan terhadap para mafia tanah sehingga masyarakat merasa aman.


Jokowi Klaim Selesaikan Konflik Pertanahan Suku Anak Dalam yang Sudah Berjalan 35 Tahun

3 jam lalu

Jokowi Klaim Selesaikan Konflik Pertanahan Suku Anak Dalam yang Sudah Berjalan 35 Tahun

Jokowi menyebut persoalan suku yang berdiam di hutan Jambi itu bisa selesai karena Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto turun ke lapangan.


Jokowi Salurkan Ganti Rugi Rumah Korban Gempa Cianjur Senin Pekan Depan

5 jam lalu

Jokowi Salurkan Ganti Rugi Rumah Korban Gempa Cianjur Senin Pekan Depan

Jokowi akan menyerahkan secara langsung uang ganti rugi kepada korban Gempa Cianjur yang rumahnya rusak.


Menteri Suharso Bantah Revisi UU IKN karena Ada Kecacatan

6 jam lalu

Menteri Suharso Bantah Revisi UU IKN karena Ada Kecacatan

Suharso Monoarfa mengaku jika UU IKN tetap berjalan tanpa revisi, maka akan ada aturan turunannya yang bertabrakan dengan UU lain.


UU IKN Ingin Direvisi Pemerintah untuk Akomodasi Keinginan Investor soal Lahan

7 jam lalu

UU IKN Ingin Direvisi Pemerintah untuk Akomodasi Keinginan Investor soal Lahan

Kata Suharso, jika UU IKN tetap berjalan tanpa revisi, maka akan ada aturan turunannya yang bertabrakan dengan UU lain.


Terkini Bisnis: Demo Kenaikan UMP DKI hingga 7 Desember, Jokowi Beberkan Fokus APBN 2023

8 jam lalu

Terkini Bisnis: Demo Kenaikan UMP DKI hingga 7 Desember, Jokowi Beberkan Fokus APBN 2023

Berita terkini bisnis pada siang ini dimulai dari buruh menggelar demo menolak kenaikan UMP DKI Jakarta hingga pekan depan.


Prabowo Bercanda Rambut Putih, Menteri dari Nasdem Tertawa Terbahak-bahak

8 jam lalu

Prabowo Bercanda Rambut Putih, Menteri dari Nasdem Tertawa Terbahak-bahak

Johnny membenarkan adanya obrolan rambut putih dengan Prabowo itu. Ia menyebut rambut putih itu sebagai sebuah candaan antar menteri.


6 Fokus Jokowi untuk APBN 2023, dari Penguatan SDM hingga Infrastruktur

8 jam lalu

6 Fokus Jokowi untuk APBN 2023, dari Penguatan SDM hingga Infrastruktur

Besaran APBN 2023 sebesar Rp3.061,2 triliun; dengan defisit Rp598,2 triliun atau 2,84 persen.