Peneliti LSI: Sikap Sandiaga Melangkahi Makam Berdampak Elektoral

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (tengah), didampingi Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin (kiri) dan Ketua DPD Demokrat Provinsi Gorontalo Gusnar Ismail, disambut secara adat di Kota Gorontalo, Gorontalo, Ahad, 4 November 2018. Dalam kunjungannya, Sandiaga mengajak masyarakat Gorontalo menjadi pengusaha melalui gaya OK OCE. ANTARA/Adiwinata Solihin

    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (tengah), didampingi Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin (kiri) dan Ketua DPD Demokrat Provinsi Gorontalo Gusnar Ismail, disambut secara adat di Kota Gorontalo, Gorontalo, Ahad, 4 November 2018. Dalam kunjungannya, Sandiaga mengajak masyarakat Gorontalo menjadi pengusaha melalui gaya OK OCE. ANTARA/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Jakarta - Sikap calon wakil presiden Sandiaga Uno, melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Bisri Syansuri pada Oktober lalu bisa berefek terhadap elektoral. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ikrama M mengatakan perilaku Sandiaga ini berpotensi mendegradasi dukungan.

    Baca juga: Jaga Kemenangan di Jawa Barat, Kubu Prabowo Turunkan Sandiaga

    “Utamanya, preferensi ulama akan sangat memengaruhi,” kata Ikrama dalam konferensi pers Ulama dan Efek Elektoralnya di gedung LSI, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu, 14 November 2018.

    Adapun elektoral yang akan bereaksi dengan sikap Sandiaga ini umumnya merupakan pemilih daerah. Khususnya, ujar Ikrama, bagi para penganut muslim konvensional yang acap menganggap ziarah dan tabur bunga sebagai adab yang sakral.

    Ikrama memaparkan kemungkinan adanya sentimen negatif dari perilaku mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini. “Karena akan dianggap melecehkan,” ujarnya.

    Kegiatan ziarah Sandiaga yang berbuntut kontroversi itu terekam dalam sebuah video viral di media sosial. Video tersebut tersebar di media sosial berbagi gambar Intagram dan menuai kritikan dari warganet. Ziarah itu dilakukan pada Oktober lalu.

    Baca juga: Kampanye di Hadapan Emak-emak, Sandiaga Bernyanyi Separuh Nafas

    Sebelumnya, Sandiaga melayangkan permintaan maafnya. "Saya minta maaf atas kejadian yang sekarang menjadi kontroversi," kata Sandiaga melalui sebuah rekaman audio yang dikirimkan kepada Tempo pada Selasa siang, 13 November 2018. Sandiaga menjelaskan ia tak tahu-menahu soal sikapnya yang ternyata berbuntut kritik ini. Ia juga menyebut tak bermaksud melangkahi makam tokoh NU.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Fakta-fakta Sea Games 2022, Asal-usul Tahun Penyelenggaraan dan Cabang Baru

    Catat berbagai fakta Sea Games 2022 seharusnya berlangsung pada 21 November 2021. Salah satunya adalah salah satu olahraga favorit di Vietnam.