Bantah Kriminalisasi Ulama, Jokowi: Ma'ruf Amin Paling Top

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin memberikan keterangan pers tentang menjaga keutuhan bangsa dalam bingkai NKRI di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017. Jokowi secara resmi mendeklarasikan Maruf sebagai calon wakil presiden pendampingnya di Jakarta, Kamis malam, 9 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin memberikan keterangan pers tentang menjaga keutuhan bangsa dalam bingkai NKRI di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017. Jokowi secara resmi mendeklarasikan Maruf sebagai calon wakil presiden pendampingnya di Jakarta, Kamis malam, 9 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bandung - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menjawab kritik yang ditujukan padanya terkait kriminalisasi ulama. Dia menyangkal tudingan tersebut.

    Baca: Tanggapi Rizieq Shihab, Ma'ruf: Citra Jokowi Bagus karena Bekerja

    Jokowi mempertanyakan ulama mana yang dikriminalisasi olehnya. "Saya tiap hari dengan ulama. Setiap minggu keluar-masuk pondok pesantren," kata dia saat memberi pengarahan kepada calon legislatif dari partai politik koalisi yang mendukungnya di Grand Asrilia, Bandung, Sabtu, 10 November 2018.

    Tak hanya itu, Jokowi menggambarkan dirinya sudah merangkul ulama dengan memilih Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di pilpres nanti. "Sekarang cawapresnya Profesor KH Ma'ruf Amin juga sudah paling top, atasnya ulama. Wong Ketua Majelis Ulama Indonesia," kata dia.

    Baca: Jokowi Habiskan Malam Minggu dengan Pemuda di Bandung

    Jokowi menyayangkan tudingan terhadap dirinya mengkriminalisasi ulama terus disebar. Dia meminta tim kampanyenya membantu menyebarkan informasi yang benar.

    Menurut Jokowi, komunikasi dengan masyarakat penting dibangun terutama menjelang pemilihan presiden dan legislatif yang serentak. Dia mengatakan, komunikasi langsung akan lebih efektif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.