Koalisi Prabowo, Sekjen PAN: Yusril Ihza Seharusnya Proaktif

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kiri-kanan) Ketua Pengarah Panitia Ijtima Ulama Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Presiden PKS Sohibul Imam, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra berfoto bersama saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    (Kiri-kanan) Ketua Pengarah Panitia Ijtima Ulama Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Presiden PKS Sohibul Imam, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra berfoto bersama saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekertaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengatakan, seharusnya Ketua Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra bersikap lebih proaktif, bila benar-benar ingin berjuang bersama koalisi Adil Makmur.

    Andai pun Yusril Ihza mengalami kesulitan berkomunikasi, Eddy mengatakan anggota koalisi pasti bersedia menjembatani.

    Baca : Yusril Sebut Alumni 212 Ikut Susun Tuntutan Politik untuk Prabowo

    “Saya kira gini ya logikanya aja, kalau kita berjuang kan kita tidak perlu menunggu diajak berjuang ya, justru kita proaktif dalam ini, saya pikir proaktif itu tidak salahnya apalagi kalau kita perjuangkan idealisme,” kata Eddy di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat 9 November 2018.

    Eddy mengaku, tidak mengetahui soal adanya draf aliansi yang diklaim Yusril telah dilayangkan pada Prabowo Subianto. Draf yang berisi pengajuan kerjasama antar partai politik ini menurut Yusril sudah dikirimkan sejak 13 Oktober yang lalu, namun tidak kunjung ada balasan.

    Tudingan itu, menurut Eddy, tidak akurat. Eddy pun mempersilakan Yusril untuk menghubungi siapapun anggota koalisi pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, termasuk dirinya sendiri, bila merasa kesulitan menjangkau kedua figur sentral itu.

    Simak pula :
    Rencana Khofifah Setelah Tragedi di Drama Surabaya Membara

    Eddy mengatakan, anggota koalisi bisa diajak bertemu dan bicara, karena mereka memiliki kemampuan untuk membawa persoalan ke tingkat koalisi nantinya. “Jadi saya kira tidak ada permasalahan dengan komunikasi karena kita sewaktu-waktu mudah sekali menemui beliau,” ucap dia.

    Kini, Eddy akan fokus mengurai permasalahan, dan potensi permasalaha komunikasi yang diungkapkan oleh Yusril Ihza. Bila betul adanya, kata dia, Eddy akan dengan senang hati menjembatani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.