Mundur dari Inter Milan, Erick Thohir Ingin Fokus di TKN Jokowi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjabat tangan dengan bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kanan), Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), dan pengusaha Erick Thohir setelah memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Bakal calon presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjabat tangan dengan bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kanan), Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), dan pengusaha Erick Thohir setelah memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Erick Thohir mengatakan telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden klub sepakbola Inter Milan. Ia memilih mundur karena ingin fokus menjalani tugasnya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf.

    Baca: Erick Thohir Yakin Jokowi Tak Keceplosan Soal Politikus Sontoloyo

    "Ini menjadi bentuk komitmen penuh saya untuk bekerja secara serius dan maksimal," kata Erick dalam rakernas TKN Jokowi-Ma'ruf di Surabaya, Sabtu, 27 Oktober 2018.

    Erick merasa berat meninggalkan jabatan itu karena ia mengaku suka sekali dengan olahraga sepakbola. "Pilihan berat tapi harus dilakukan," kata dia.

    Baca: Erick Thohir: Kami Action Oriented, Bukan Janji

    Erick merupakan pengusaha yang memiliki kelompok usaha Mahaka Grup. Pada 2013, dia mengakuisisi klub sepakbola Italia yang berlaga di seri A yakni F.C. Internazionale Milano alias Inter Milan. Erick terpilih menjadi presiden klub ke-21 dalam 106 tahun sejarah klub tersebut. Erick juga memiliki sejumlah grup olahraga lainnya.

    Pada 7 September 2018, Erick dipilih menjadi Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf. Wakil Ketua TKN Jokowi–Ma’ruf, Arsul Sani menyebutkan, nama Erick Thohir berada di baris atas bersama dua nama lain sebagai kandidat terkuat. Nama lain yang juga ramai disebut saat itu adalah sosok pengusaha, Chairul Tanjung, dan presenter, Najwa Shihab.

    Baca: Ambil Nomor Urut, Erick Thohir Pimpin Tim Kreatif Koalisi Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.