Minggu, 21 Oktober 2018

Nasi Ayam Singapura-Indonesia Jadi Polemik, Ini Kata Sandiaga

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, kunjungan ke Thamrin City, Jakarta Pusat, saat Hari Batik Nasional, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, kunjungan ke Thamrin City, Jakarta Pusat, saat Hari Batik Nasional, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno menilai pernyataannya tentang harga sepiring nasi ayam di Singapura lebih murah daripada di Indonesia yang memicu perdebatan sebagai sesuatu yang tidak substantif. “Jangan perdebatkan hal-hal yang tidak substantif lagi, mari berbicara kenyataan dan data,” kata Sandi seusai bertemu Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Sandi sempat terdiam sejenak lantas mengeluarkan telepon genggam dari saku celananya, saat ditanya awak media tentang polemik harga nasi ayam itu. “Karena saya tadi enggak makan nasi ayam (di keraton).”  

    Baca:Kata Tim Jokowi Soal Harga Nasi Ayam Sandiaga Uno

    Menurut Sandi, harga nasi ayam di Singapura yang lebih murah dari harga nasi ayam di Indonesia yang disampaikannya beberapa waktu lalu itu didasarkan pada data. “Kalau tanya nasi ayam ini saya ada datanya, ini bukan data saya.”

    Sandi mengatakan sepiring nasi ayam di Singapura harganya adalah Sin$3,5 atau Rp35 ribu, sedangkan di Indonesia harganya sekitar Rp50 ribu.

    Baca:Sandiaga Uno Mulai Kampanye OK OCE Tingkat Nasional

    Sandi lalu membacakan data-data World Bank dalam telepon selulernya di depan awak media data itu. “Konsumen Indonesia harus membayar lebih mahal untuk mendapat makanan sehat dibanding dengan konsumen di negara tetangga, terutama melihat situasi di Jakarta dan Singapura,” ujar Sandi menerjemahkan pernyataan data itu.

    Sandi pun menambahkan World Bank itu menyebutkan Singapura bukan negara agraris atau negara yang memiliki wilayah pertanian. “Jadi bagaimana bisa berbagai makanan sehat, sayuran dan sumber hewani seperti yogurt, ice cream, susu, madu sampai paha ayam di Indonesia lebih mahal? “

    Simak: Sandiaga Uno Tak Akan Jenguk Ratna Sarumpaet

    Di Jakarta, kata Sandiaga, sepaket makanan sehat harganya 94 persen lebih mahal dibanding negara tetangga seperti New Delhi, India. “Ini kenyataan dari data World Bank, bukan data saya. Jadi jangan berdebat yang tidak substantif.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.