Sabtu, 20 Oktober 2018

Selain Gamal Albinsaid, Ini Deretan Anak Muda di Tim Prabowo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta tim suksesnya mengadakan konferensi pers terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta tim suksesnya mengadakan konferensi pers terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sosok pengusaha muda Gamal Albinsaid resmi menjadi salah satu juru kampanye nasional di Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sandiaga mengatakan sudah lama mengincar dokter asal Malang itu untuk masuk tim pemenangannya. "Dokter Gamal Albinsaid ini adalah anak muda punya kedekatan dengan saya pribadi," kata Sandiaga di Sunter, Jakarta Utara, Jumat 5 Oktober 2018.

    Baca: Alasan Gamal Albinsaid Terima Pinangan Jadi Jubir Prabowo

    Gamal bukan satu-satunya tokoh muda yang masuk ke dalam struktur tim kampanye Prabowo - Sandiaga. Menurut Sandiaga, ada sekitar 120 anak muda telah bergabung dalam timnya, yakni Koalisi Adil Makmur. Berikut adalah sejumlah tokoh muda yang tergabung dalam tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 02 tersebut:

    1. Dahnil Azhar Simanjuntak

    Bekas Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak bergabung ke dalam Tim Kampanye Nasional menjadi koordinator juru bicara. Dia rela melepaskan jabatannya sebagai dosen tetap di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten untuk menduduki jabatan jubir tersebut.

    Dahnil mengatakan keputusannya bergabung dengan tim pemenangan Prabowo-Sandiaga bukan keputusan mendadak. Tokoh yang dikenal vokal terhadap isu antikorupsi ini mengaku sempat menimbang-nimbang pinangan dari kubu Prabowo. Ia mengaku telah melakukan kajian cukup panjang dalam menelaah pasangan Prabowo-Sandiaga.

    Baca: Timses Jokowi Ajak Kubu Prabowo Nonton Bareng Produk Hoax

    2. Gamal Albinsaid

    Gamal merupakan CEO Indonesia Medika, sekaligus aktivis sosial. Dia adalah dokter yang menggagas layanan kesehatan berbasis bank sampah di Malang dan sekarang sudah ada di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, Gamal giat melakukan kegiatan di bidang kewirausahaan sosial sebagai solusi untuk memerangi kemiskinan dan mengangkat kesejahteraan masyarakat.

    Sederet penghargaaan telah diraih Gamal karena tindakannya itu. Saat berusia 24 tahun, Gamal mendapat penghargaan "First HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur" dari Pangeran Charles. Dia juga pernah mendapatkan penghargaan, dari Wali Kota Malang dan Menteri Riset dan Teknologi untuk berbagai penelitian yang pernah ia lakukan.

    3. Aryo Djojohadikusumo

    Aryo merupakan politikus Partai Gerindra, sekaligus keponakan Prabowo Subianto. Dalam Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, pria berumur 35 tahun itu menjabat sebagai direktur logistik dalam BPN.

    4. Hanafi Rais

    Wakil Ketua Umum PAN ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pemenangan Nasional.

    Dalam draft yang dilaporkan ke KPU, jumlah anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga sebanyak 800 orang yang dibagi dalam sejumlah direktorat.

    Baca: Kata Dahnil Anzar soal Kekurangan Prabowo Menghadapi Pilpres

    Catatan koreksi: Isi berita ini telah diubah pada Ahad, 7 Oktober 2018 pukul 10.27 dengan menghilangkan nama Lendo Novo. Kami mohon maaf atas kekeliruan ini.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.