Selasa, 16 Oktober 2018

Cerita Gamal Albinsaid Sebelum Putuskan Gabung Tim Prabowo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, di Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Frannoto

    Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, di Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom muda Kepala Perusahaan Indonesia Medika sekaligus aktivis sosial, Gamal Albinsaid, resmi bergabung dengan tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Bergabungnya Gamal dengan Koalisi Indonesia Adil Makmur diinformasikan oleh koordinator juru bicara, Dahnil Anzar Simanjuntak pada Jumat, 5 Oktober 2018.

    "SK untuk bergabung dengan kubu Pak Prabowo dan Pak Sandi sudah saya terima beberapa hari lalu," kata Gamal saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Baca: Gerindra Sebut Gamal Albinsaid Bukan Pengganti Ratna Sarumpaet

    Gamal mengaku telah melalui komunikasi yang panjang dengan Sandiaga Uno sebelum resmi menjadi anggota tim Badan Pemenangan Nasional. Ia bertemu Sandiaga dalam forum-forum diskusi ekonomi dalam beberapa kali kesempatan. Mereka pun kerap terlibat dalam perbincangan.

    Gamal pun blak-blakan bahwa tawaran tersebut sudah muncul sejak beberapa bulan yang lalu. Ungkapan Gamal ini menegaskan bahwa ia bergabung tidak secara mendadak.

    Adapun perihal posisinya yang menggantikan Ratna, ia berkomentar. "Kalau soal menggantikan Bu Ratna, bukan kapasitas saya bicara," ujarnya.

    Baca: Prabowo Gaet Gamal Albinsaid, Si Dokter Sampah

    Sebelumnya tersiar kabar bahwa Gamal akan mengisi formasi yang kosong lantaran Ratna mundur sebagai juru kampanye nasional tim Prabowo. Mundurnya Ratna ini merupakan imbas dari hoax atau kabar bohong yang ia buat.

    Gamal memutuskan gabung setelah membicarakannya dengan keluarga. Ia juga sempat istikharah. "Ada hal-hal yang harus dipertimbangkan. Saya kan bukan politikus, bukan orang partai. Saya orang dari daerah," ujarnya.

    Namun ia lantas yakin mau merapat ke tim pemenangan lantaran memandang sosok Sandiaga. Ia berpandangan bahwa Sandiaga mampu menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi.

    Baca: Gamal Albinsaid Ikut Tim Prabowo, Ini Pengalamannya dengan Putin

    Contohnya, kata Gamal, Sandiaga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi 30 ribu orang melalui usaha yang didirikannya. Bukan tidak mungkin, menurut dia, strateginya diperluas untuk lingkup pemerintahan bila menjadi wakil presiden.

    Selain itu, Gamal mengatakan telah mempelajari visi dan misi Prabowo - Sandiaga. "Saya pribadi berpikir kita sedang ada dalam problem masalah ekonomi yang compatible dengan visi dan misi Prabowo dan Sandiaga, didukung track record keduanya yang memahami soal ekonomi," ujarnya.

    Pada masa kampanye ini, Gamal mengatakan bakal melibatkan milenial. Dalam waktu dekat pun dia sudah merancang membuat platform yang menghubungkan para milenial dengan Sandiaga melalui web. "Di sana anak muda bisa menyampaikan aspirasi langsung ke Bang Sandiaga. Kami akan dengarkan gagasan-gagasan terbaik dari mereka dan kami akan undang yang paling menarik," kata dia

    Baca: Gamal Albinsaid Gantikan Ratna Sarumpaet, Siapa Gamal?

    Sementara itu, Koordinator Juru bicara BPN Prabowo - Sandiaga, Dahnil Anzar, mengatakan sosok Gamal memperkuat warna muda pada tim. Gamal dikenal sebagai aktivis sosial yang telah tiga kali melahirkan buku.

    Gamal juga merupakan dokter yang menggagas layanan kesehatan berbasis bank sampah di Malang. Sekarang bank sampah tersebut sudah ada di seluruh wilayah Indonesia. Pria 30 tahun ini pun tengah giat menekuni program yang menyentuh kewirausahaan sosial sebagai solusi untuk memerangi kemiskinan dan mengangkat kesejahteraan masyarakat.

    Adapun Gamal Albinsaid dilirik sebagai pemuda yang berprestasi. Ia telah menerima berbagai penghargaan Internasional. Salah satu penghargaan besar yang pernah didapat adalah "First HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur" dari Pangeran Charles yang ia terima langsung pada akhir Januari 2014.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.