Ratna Sarumpaet Bohong, Sandiaga Uno: Pupus Kepercayaan Saya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno (tengah), berswafoto bersama warga saat acara Ngopi Bareng Sandi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 27 September 2018. Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno berjanji akan melakukan perbaikan ekonomi dan menyerap aspirasi generasi milenial. ANTARA FOTO/Moch Asim

    Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno (tengah), berswafoto bersama warga saat acara Ngopi Bareng Sandi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 27 September 2018. Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno berjanji akan melakukan perbaikan ekonomi dan menyerap aspirasi generasi milenial. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengaku terkejut saat pertama kali mengetahui bahwa Ratna Sarumpaet berbohong soal kasus pemukulan dan penganiayaan. Sandiaga mengatakan dia dan Ratna pernah berjuang di poros yang sama. Ratna Sarumpaet tercatat mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.

    Baca juga: Setelah Ratna Sarumpaet Mengaku Bohong, Ini Kata Para Politikus

    "Saya syok. Saya sama Bu Ratna ini kan udah berkali-kali sama-sama di satu kubu," kata Sandiaga di Posko Melawai 16, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Oktober 2018.

    Sandiaga pun mengenang salah satu momen dirinya bersilang pendapat di media massa dengan Ratna. Hal itu terjadi saat Ratna marah lantaran mobilnya diderek oleh petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

    Ratna pun menelepon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melaporkan tindakan petugas Dishub itu. Ratna tak tersambung dengan Anies, tetapi berbicara dengan salah satu staf. Tak lama setelah itu, mobil Ratna bisa kembali tanpa melalui proses tilang.

    Sandiaga, masih Wakil Gubernur DKI Jakarta ketika itu, mengatakan Ratna harus patuh pada peraturan lalu lintas. Sebaliknya, Ratna menyebut Sandiagalah yang justru harus membaca peraturan daerah soal lalu lintas. Dia tak merasa bersalah lantaran parkir di badan jalan.

    "Walaupun beliau protes, saya terima di kantor wakil gubernur waktu itu dan kami sama-sama duduk," kata Sandiaga.

    Karena itulah, lanjut Sandiaga, dia menilai Ratna sebagai seseorang yang integritasnya tak perlu diragukan. "Tapi kemarin itu pupus kepercayaan saya," kata Sandiaga.

    Namun, Sandiaga mengaku di sisi lain dia bersyukur lantaran Ratna tak benar-benar dipukuli. Dia juga mengapresiasi Ratna yang pada akhirnya jujur mengakui kebohongannya.

    Baca juga: Prabowo Minta Maaf Ikut Menyuarakan Kabar Bohong Ratna Sarumpaet

    Ratna Sarumpaet sebelumnya mengaku dipukuli dan dianiaya saat berada di Bandung, Jawa Barat pada 21 September lalu. Kabar ini menyebar seiring beredarnya foto Ratna dengan muka lebam dan membengkak di area mata. Belakangan, kepolisian mengungkap bahwa Ratna tak dipukuli, melainkan menjalani operasi kecantikan di Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

    Ratna pun sudah mengakui kebohongannya melalui konferensi pers kemarin. Dia meminta maaf kepada Prabowo Subianto, Amien Rais, dan orang-orang di koalisi Prabowo-Sandiaga yang telah mendengarkan kebohongannya.

    "Saya juga meminta maaf kepada semua pihak yang selama ini mungkin dengan suara keras saya kritik dan kali ini berbalik ke saya. Kali ini saya pencipta hoaks terbaik ternyata, menghebohkan semua negeri," kata Ratna Sarumpaet di rumahnya kemarin, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.