Senin, 10 Desember 2018

Hasto PDIP Sebut Prabowo Politisir Kasus Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet saat memberikan konferensi pers terkait buntut dari penderekan mobilnya oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, di Jakarta, 9 April 2018. Ratna menyatakan telah mengirim somasi pada Dishub DKI Jakarta yang merupakan buntut dari penderekan mobil Ratna oleh Dishub DKI pada Selasa pekan lalu. Ratna protes lantaran merasa tak melanggar aturan apapun. TEMPO/Subekti.

    Ratna Sarumpaet saat memberikan konferensi pers terkait buntut dari penderekan mobilnya oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, di Jakarta, 9 April 2018. Ratna menyatakan telah mengirim somasi pada Dishub DKI Jakarta yang merupakan buntut dari penderekan mobil Ratna oleh Dishub DKI pada Selasa pekan lalu. Ratna protes lantaran merasa tak melanggar aturan apapun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengatakan tindakan kubu Prabowo Subianto yang mempolitisir penganiayaan Ratna Sarumpaet tidaklah tepat. Selain kasusnya belum jelas, kata Hasto, saat ini seluruh bangsa tengah berduka dan berbela rasa akibat bencana gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah.

    Baca: Polisi Sebut Tak Ada Nama Ratna Sarumpaet di 8 Rumah Sakit Cimahi

    "Tindakan tim Prabowo tersebut menunjukkan kepentingan politik lebih dominan daripada mendengarkan suara kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Rabu 3 Oktober 2018.

    Hasto mengatakan Indonesia merupakan negara hukum. Menurut dia, jika tim Prabowo - Sandiaga menemukan bukti otentik atas penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet, hendaknya segera dilaporkan kepada kepolisian. "Tempuh jalur hukum dan minta visum et repertum sehingga publik mendapatkan kejelasan atas persoalan tersebut," ucapnya.

    Hasto juga mengajak seluruh warga bangsa, khususnya para elit politik, untuk bertindak secara tulus, mengedepankan mata hati, bela rasa, dan melakukan hal-hal nyata untuk membantu korban bencana alam.

    Simak juga: Kejanggalan Dugaan Penganiayaan Terhadap Ratna Sarumpaet

    Ia mengatakan berbagai penggiringan opini yang membuat seolah-olah Ratna Sarumpaet mendapatkan kekerasan dan menuduhkan hal itu pada Presiden Jokowi sangatlah tidak elok dan menyerang kecerdasan publik. “Rakyat tahu bahwa Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf tidak memiliki tradisi kekerasan sama sekali. Sementara yang disana memiliki banyak pengalaman kelam terhadap berbagai bentuk tindak kekerasan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.