Nusron Wahid Berencana Pertemukan Ma'ruf Amin dengan Teman Ahok

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Maruf Amin menyampaikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo - Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo - Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Calon wakil presiden Maruf Amin menyampaikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo - Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo - Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Golkar Nusron Wahid berencana mempertemukan calon wakil presiden Ma'ruf Amin dengan Teman Ahok (Organisasi pemuda pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok). Sebelumnya, Nusron berhasil mempertemukan Ma'ruf dengan organisasi serupa, Relawan Nusantara.

    Baca juga: Nusron Wahid: Ma'ruf Amin Boleh Ucapkan dan Rayakan Natal, Tapi..

    "Saya kan dekat dengan Teman Ahok. Pelan-pelan, nanti kita pertemukan (dengan Ma'ruf Amin). Kalau sekarang mereka belum mengkristal seperti Relawan Nusantara," ujar Nusron di kediaman Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta pada Selasa, 25 September 2018.

    Kemarin, Senin, 24 September 2018, Nusron mempertemukan Ma'ruf dengan Relawan Nusantara. Organisasi ini merupakan barisan pendukung Ahok pada pilkada DKI lalu, atau dikenal dengan sayap NU pendukung Ahok. Setelah pertemuan kemarin, Nusron perlahan bergerak ke organisasi pendukung Ahok lain, seperti Teman Ahok.

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat mampir ke launching Teman Ahok #Tetap Ahok di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta, 1 Oktober 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Nusron tak menampik bahwa orang-orang di organisasi-organisasi itu sempat terkejut dengan keputusan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres. Sebab, Ketua MUI nonaktif itu terkenal sebagai ulama yang berdiri paling depan, serta mengeluarkan fatwa yang menyatakan Ahok menista agama dan menghina ulama dalam kasus Surat Al-Maidah ayat 31.

    Baca juga: Mundur dari Rais Aam PBNU, Ma'ruf Amin: Ada Amanah Belum Tuntas

    "Tapi tadi kita sudah jelaskan kepada mereka (Relawan Nusantara) tentang posisi Pak Kiai saat itu sebagai Ketua MUI dan mereka mengerti," ujar dia.

    Nusron berpendapat, organisasi-organisasi serupa juga akan memiliki pemahaman yang sama setelah dipertemukan dengan Ma'ruf Amin.

    Adapun Ma'ruf Amin mengatakan dirinya akan mendekati semua kalangan untuk meraup dukungan di pemilihan presiden 2019, tak terkecuali para pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang dikenal dengan Ahokers. "Buat saya, sekarang saya harus bergaul dengan semua pihak untuk keutuhan bangsa," ujar Ma'ruf Amin di kediamannya, Senin, 24 September 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.