Sabtu, 17 November 2018

Satukan Partai Koalisi, SBY Bertemu Prabowo Malam Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi keterangan pers seusai pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Dalam pertemuan tersebut, Partai Demokrat resmi berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam pilpres 2019. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi keterangan pers seusai pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Dalam pertemuan tersebut, Partai Demokrat resmi berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam pilpres 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertemu malam ini. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan pertemuan itu merupakan lanjutan untuk membahas strategi dan teknik kampanye pemilihan presiden 2019.

    "Ini pertemuan capres dan SBY sebagai penasihat kampanye," kata Arief melalui pesan teks, Rabu, 12 September 2018. Pertemuan yang akan digelar di rumah SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan pukul 19.00 itu disebut akan dihadiri calon wakil presiden Sandiaga Uno.

    Baca:
    Setelah Jokowi, Istri Gus Dur Akan Ditemui Prabowo Subianto
    Bermain Dua Kaki, Sekjen Gerindra: Demokrat Sudah Lapor Prabowo

    Arief mengatakan koalisi akan membahas secara matang persiapan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang digelar serentak tahun depan. Menurut dia, partai koalisi yang terdiri dari Partai Gerindra, Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional akan bersatu seiring dimulainya masa kampanye pilpres pada 23 September nanti.

    Arief tidak menampik jika selama ini masih kerap terjadi perbedaan pendapat di antara koalisi. Para pejabat partai politik pun masih acap bersilang pendapat di media. Menurut dia, perbedaan itu memang harus dipelihara. "Tapi setelah 23 September akan satu nafas," ujarnya.

    Baca:Curhat Caleg Demokrat ke Ruhut Sitompul: Kalau Prabowo Kami Kalah

    Menurut dia, perbedaan pendapat perlu dibuka ke publik. Alasannya, publik perlu terlibat dalam perdebatan, menyumbang solusi, serta ikut mengontrol. "Koalisi empat partai ini adalah koalisi rakyat, yang mewakili empat saluran aspirasi rakyat."

    Koalisi Prabowo sudah mengagendakan pertemuan secara periodik. Dia menampik persamuhan itu bermaksud membahas polemik dua kaki yang ditudingkan kepada partainya. Anggapan Demokrat bermain dua kaki merebak seiring dengan wacana partai memberi dispensasi kepada kader di daerah untuk mendukung Joko Widodo di pilpres 2019. "Bukan membahas gorengan dua kaki, karena memang tidak ada yang dua kaki," kata Arief.

    Baca: Demokrat: Kami Dukung Prabowo, Insya Allah ...

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.