Cerita Prabowo soal Dukungan Anak Muda yang Membuatnya Terharu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon presiden Prabowo Subianto di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Bakal calon presiden Prabowo Subianto di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menceritakan pengalaman yang membuat ia semakin bertekad maju di pemilihan presiden 2019. Cerita itu adalah soal dukungan anak muda kepada dirinya untuk maju pilpres.

    Baca: Hadiri Acara Bedah Buku, Prabowo Berasa di Acara Kampanye

    "Waktu itu saya sedang di bandara. Ada anak muda, umurnya sekitar 19 atau 20 tahun, menghampiri saya dan menyuruh saya untuk memperbaiki Indonesia. Dia bilang sudah capai dijajah," ujar Prabowo di acara bedah buku di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 1 September 2018.

    Mendengar ucapan tersebut, Prabowo seketika merasa terharu. Ia semakin termotivasi untuk terus maju bersama wakilnya, Sandiaga Uno. Mendengar cerita Prabowo, massa yang hadir di acara itu pun merespons dengan berteriak.

    "Ganti presiden 2019," ujar salah satu pengunjung, yang kemudian diikuti oleh hadirin. Bahkan, kaum ibu-ibu pun tampak tak mau kalah menyerukan dukungannya terhadap Prabowo.

    Prabowo hadir memberikan keynote speech dalam acara seminar bertajuk 'Paradoks Indonesia'. Ia datang pada sekitar pukul 09.35 WIB dengan mengenakan baju demang khas Betawi berwarna hitam, lengkap dengan peci berwarna senada.

    Baca: AHY Masuk Struktur Tim Kampanye Prabowo - Sandiaga

    Dalam seminar ini, para profesor, cendekiawan, dosen, guru, dan pengamat mengupas buku karya Prabowo Subianto berjudul 'Paradoks Indonesia: Negara Kaya Raya, tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin'. Total ada 24 tamu narasumber yang akan hadir.

    Prabowo, melalui bukunya, melihat Indonesia harus membangun kesadaran bersama mengenai data kemiskinan, demografi penduduk Indonesia, gejolak dan serta kondisi sosial-ekonomi-politik yang dianggap sangat mengkhawatirkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.