Minggu, 21 Oktober 2018

Ratu Yogya Setuju Jika Mahfud MD Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X (kedua kiri) bersama mantan Ketua MK Mahfud MD (kiri) berbagi nasi tumpeng saat acara Dhahar Kembul Tumpengan Pancasila di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. ANTARA

    Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X (kedua kiri) bersama mantan Ketua MK Mahfud MD (kiri) berbagi nasi tumpeng saat acara Dhahar Kembul Tumpengan Pancasila di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Gusti Kanjeng Ratu Hemas, istri Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, setuju jika Mahfud MD dipilih menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo atau Jokowi pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    Baca juga: Namanya Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Mahfud MD: Saya Tidak Tahu

    Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) ini mengatakan, ia memang bukan pendukung Mahfud MD, tapi menurut Ratu Hemas, figurnya cocok.

    “Saya tahu ia punya kapasitas yang cukup untuk maju. Semua yang dibutuhkan presiden dia punya, cuma dia tidak punya stempel saja. Memang negara ini butuh figur yang cukup,” kata Hemas di Yogyakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

    Ia menambahkan, karena Mahfud berlatar belakang ilmu hukum, kebutuhan akan penegakan hukum di negara ini membutuhkan figur seperti dia. Jika terpilih juga merupakan harapan masyarakat yang cukup banyak.

    “Tapi tidak mengesampingkan siapapun yang dipilih oleh presiden (Jokowi) maupun pihak Pak Prabowo. Kedua belah pihak membutuhkan figur yang bisa menjalankan pemerintahan dengan baik,” kata dia.

    Ratu Hemas menyatakan negara ini tidak hanya membutuhkan keamanan negara saja, tetapi tata kelola pemerintahan harus lebih baik.

    Baca juga: Calon Cawapres Jokowi: Mahfud MD, TGB, Airlangga, hingga Cak Imin

    Sebelumnya, Mahfud MD yang ditemui di Universitas Gadjah Mada mengaku tidak ditelepon oleh Jokowi. Sambil bercanda dia mengatakan ditelepon tetapi oleh Rektor UGM.

    “Biar presiden dan partai-partai yang menyelesaikan. Kita ini kan rakyat biasa. Saya rakyat biasa,” kata Mahfud.

    Saat ditanya apakah sudah ada yang menghubungi dia soal calon wakil presiden. Ia menjawab dengan bercanda.

    “Ada, ada yang menghubungi, Pak Rektor yang menghubungi untuk ceramah di sini,” kata Mahfud, Senin, 6 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.