Minggu, 21 Oktober 2018

PPP: Koalisi Jokowi Terbuka terhadap Partai Baru, Asalkan...

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sembilan sekretaris jenderal atau Sekjen partai koalisi pengusung Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyambangi kantor Komisi Pemilhan Umum atau KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat pada pukul 14.00 WIB, Selasa, 7 Agustus 2018.  TEMPO/Dewi Nurita

    Sembilan sekretaris jenderal atau Sekjen partai koalisi pengusung Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyambangi kantor Komisi Pemilhan Umum atau KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat pada pukul 14.00 WIB, Selasa, 7 Agustus 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan partai koalisi Jokowi tak menutup kemungkinan jika ada partai lain yang ingin bergabung. Ia yakin hal itu tidak akan merusak konsolidasi koalisi yang telah terjalin.

    "Tidak akan mengubah konfigurasi apapun," ujar Arsul saat kunjungan partai koalisi Jokowi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa, 7 Agustus 2018.

    Baca:
    9 Sekjen Partai Koalisi Jokowi ke KPU, PPP: Belum Ada Cawapres

    Koalisi Jokowi akan Rampungkan Nawacita II Sebelum Daftar ke KPU

    Arsul mengatakan masuknya tambahan partai pendukung Jokowi tidak akan mengubah kesepakatan antara partai koalisi. Sebab, kata dia, selama ini sembilan partai pendukung Jokowi tak pernah berbicara mengenai pembagian kekuasaan. "Logikanya konfigurasi akan berubah kalau yang sudah ada power sharing dengan Pak Jokowi. Kami enggak ada itu (power sharing)."

    Menurut Arsul, partai yang akan bergabung akan menyesuaikan dengan kultur yang sudah terbangun di koalisi. Namun, dia menegaskan partai itu tak boleh mengajukan syarat seperti pembagian kekuasaan. "Misalnya, ada partai baru nuntut mau masuk kalau dapat portofolio sekian, itu kami keberatan."

    Baca:Sekjen Partai Koalisi Jokowi akan Datangi KPU Hari Ini

    Meski demikian, Arsul mengatakan koalisi tetap akan melibatkan partai yang baru masuk itu dalam pembahasan visi misi Jokowi. Partai itu akan mempunyai hak yang sama dengan partai koalisi lain. "Mereka juga punya akses yang sama dengan kami untuk Nawacita Jilid II."

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan kemungkinan akan ada satu partai tambahan dalam koalisi pendukung Jokowi. Sehingga, koalisi pengusung Jokowi akan genap berjumlah 10 partai.

    Simak: Pintu Masih Terbuka untuk PAN di Koalisi Jokowi

    Saat ini ada sembilan parpol yang tergabung dalam koalisi Jokowi. Mereka adalah PPP, PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Nasdem, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Perindo.

    Adapun, kubu lain yang sudah berkoalisi adalah Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Sedangkan, beberapa partai lain seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang (PBB) masih belum menentukan ke kubu mana mereka akan berlabuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.