Minggu, 21 Oktober 2018

Ditanya Soal Deklarasi Capres 2019, Jokowi Tunjuk Megawati

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto (kiri) tiba di lokasi pembekalan calon anggota legislatif Pemilu tahun 2019 di Jakarta, Ahad, 5 Agustus 2018. ANTARA

    Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto (kiri) tiba di lokasi pembekalan calon anggota legislatif Pemilu tahun 2019 di Jakarta, Ahad, 5 Agustus 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunggu saran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait waktu deklarasi calon presiden bersama calon wakil presiden 2019. Jokowi mengatakan hal itu sesuai memberikan arahan di acara pembekalan bakal calon legislatif DPR yang digelar PDIP di Hotel Mercure, Ancol pada Ahad, 5 Agustus 2018.

    Baca: Cawapres Jokowi Diumumkan di Jakarta di Akhir Pendaftaran Pilpres

    "Nanti nunggu nanya," ujar Jokowi sambil menunjuk Megawati yang berada tepat disampingnya. Belum sempat Jokowi meneruskan pernyataannya lagi, Megawati kemudian mencolek lengan Jokowi, dan keduanya berlalu pergi masuk dalam mobil yang sama.

    Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto menjelaskan, Jokowi dan Megawati memang akan pergi berdua dengan satu mobil seusai acara pembekalan bacaleg PDIP. "Ibu Megawati dan Pak Jokowi pergi berdua dengan satu mobil untuk mencari jawaban teman-teman wartawan tadi," ujar Hasto sambil tersenyum.

    Baca: Jokowi Sebut Kubu Lawan Belum Jelas Siapa Capresnya

    Sampai saat ini, Jokowi memang belum mengumumkan siapa cawapresnya. Sejumlah pengamat memprediksi, Jokowi akan mengumumkan cawapresnya pada menit-menit rakhir untuk mengunci posisi partai pendukung. Namun PKB mendesak Jokowi segera mengumumkan cawapres.

    Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam konser Harmoni Indonesia 2018 di GBK, Senayan, Ahad, 5 Agustus. Dalam sambutannya, Jokowi berharap semangat kerukunan dan kebangsaan terus dijaga. TEMPO/Subekti

    Wakil Sekretaris Jenderal PKB Jazilul Fawaid membantah menginginkan hal itu agar mempunyai waktu untuk mengalihkan dukungannya jika Ketua Umum Muhaimin Iskandar tidak dipilih sebagai cawapres. Menurut Jazilul, partainya ingin Jokowi segera mengumumkan cawapresnya supaya partai-partai pendukung terikat secara administratif.

    Baca: Soal Cawapres Jokowi, PDIP: Tinggal Memutuskan Kapan Diumumkan

    "Kalau sudah daftar ke KPU kan enggak bisa cabut dukungan. Kalau ada yang curiga PKB mau keluar (koalisi Jokowi), semua partai bisa keluar sebelum mendaftar ke KPU," ujar Jazilul, Kamis, 2 Agustus 2018.

    Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy membocorkan, Jokowi akan mengumumkan cawapresnya paling cepat pada 9 Agustus 2018 atau sehari sebelum hari terakhir pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Rommy melanjutkan, Jokowi akan mendaftarkan diri sebagai calon presiden pada hari terakhir pendaftaran calon presiden 2019. “Beliau akan mendaftar tanggal 10 Agustus 2018,” ujar Romy kepada Tempo pada Jumat, 3 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.