Senin, 10 Desember 2018

Sekjen Partai Koalisi Jokowi Bahas Rumusan Nawacita Jilid Dua

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kanan ke kiri) Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, bertemu untuk membahas struktur tim kemenangan calon presiden Joko Widodo di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    (Dari kanan ke kiri) Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, bertemu untuk membahas struktur tim kemenangan calon presiden Joko Widodo di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Para sekretaris jenderal partai pendukung Joko Widodo atau Jokowi membahas visi misi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang akan diturunkan dalam bentuk Nawacita jilid II. Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, rumusan Nawacita jilid II ini di antaranya berasal dari implementasi Nawacita yang pertama.

    Baca: Sekjen Partai Koalisi Jokowi Bentuk Struktur Tim Pemenangan

    "Nawacita implementasinya bagaimana tadi sudah dibahas, dan kemudian ini menjadi dasar di dalam perumusan Nawacita kedua dan meletakkan dasar bagaimana visi 2045 ke depan," kata Hasto di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 4 Agustus 2018.

    Hal ini diutarakan Hasto seusai menggelar pertemuan dengan para sekretaris jenderal partai koalisi pendukung Jokowi di Pilpres 2019 Sabtu malam. Dalam pertemuan tersebut, sembilan sekjen partai pendukung juga menyusun struktur tim dan program pemenangan.

    Menurut Hasto, Nawacita jilid II nanti akan sejalan dengan Nawacita pertama yang merupakan visi misi pemerintahan Jokowi di periode ini. "Ini merupakan satu nafas antara Nawacita satu dan kedua," ujarnya.

    Hasto pun mengklaim ada sinergitas antarpartai dalam pembahasan rumusan Nawacita tersebut. Dia mencontohkan adanya kesamaan gagasan dari Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Bangsa ihwal pentingnya perhatian kepada pesantren.

    Selanjutnya, ujar Hasto, partai koalisi sepakat memperkuat kerja sama mempercepat berjalannya pemerintahan yang efektif. Dia mencontohkan, Nawacita jilid I dulu sempat terkendala lantaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang ada masih merupakan warisan yang disusun semasa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

    Baca: Para Sekjen Bertemu di Tempat Deklarasi Jokowi - JK Tahun 2014

    Namun, dengan kekuatan 62 persen partai pendukung Jokowi di kursi Dewan Perwakilan Rakyat, Hasto meyakini pemerintahan yang efektif dapat dicapai.

    "Nanti ini sudah satu kesatuan, apalagi kekuatannya adalah 62 persen di DPR berdasarkan pemilu yang lalu, kami optimistis, kami saling melengkapi satu sama lain," ujar Hasto.

    Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni mengatakan Nawacita jilid II akan lebih komprehensif ketimbang Nawacita pertama. Para sekjen, kata Antoni, juga mengevaluasi apa saja yang sudah tercapai dari Nawacita pertama itu.

    "Apa keberhasilannya, apa janji baru yang harus dibuat," kata Toni di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 4 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.