Salim Segaf Sebut Gerindra Belum Sreg Cawapres Prabowo Versi GNPF

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kiri-kanan) Ketua Pengarah Panitia Ijtima Ulama Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Presiden PKS Sohibul Imam, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra berfoto bersama saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    (Kiri-kanan) Ketua Pengarah Panitia Ijtima Ulama Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Presiden PKS Sohibul Imam, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra berfoto bersama saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri mengatakan Gerindra belum sepenuhnya mau menerima calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) versi ijtima ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Salim Segaf mengatakan Gerindra masih mempertimbangkan nama lain di luar rekomendasi GNPF untuk maju dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    Baca: SBY Bertemu Salim Segaf, Demokrat: Masa Langsung Umumkan Koalisi.

    Sementara itu, Salim Segaf menuturkan PKS bakal berpegang pada hasil Ijtima Ulama GNPF. Menurut dia, PKS bakal menyiapkan strategi jika Gerindra tidak mau menerima keputusan Ijtima ulama GNPF. "Sekarang belum, tapi lihat nanti," kata Salim Segaf di Hotel Gran Melia, Jakarta pada Senin, 30 Juli 2018. Ia menuturkan PKS dan Gerindra sedang berbincang untuk mencari titik temu.

    Akhir pekan lalu, GNPF menggelar Ijtima Ulama. Dari hasil Ijtima ulama itu, lahir dua pasangan calon capres dan cawapres yang direkomendasikan ke partai pendukung koalisi umat salah satunya Gerindra. Pasangan pertama adalah Prabowo Subianto dan Salim Segaf. Yang kedua, Prabowo Subianto dengan Ustad Abdul Somad.

    Belakangan, Ustad Abdul Somad mengatakan lebih memilih Salim Segaf untuk mendampingi Prabowo Subianto. Ia bahkan mengungga poster via media sosial berisi gambar Prabowo yang berdampingan dengan Salim Segaf.

    Simak juga: Begini Jejak Salim Segaf, Cawapre Rekomendasi Ijtima Ulama GNPF

    Salim Segaf mengatakan PKS akan mengikuti hasil Ijtima Ulama GNPF ini. "Awalnya kan PKS mengajukan sembilan nama. Tapi kemudian muncul dua rekomendasi ulama, tentu kami terima," kata Salim Segaf. "Rekomendasi ulama ini pasti melalui kajian, jadi kami harus apresiasi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.