Rizieq Shihab: Contoh Pemilu DKI, Koalisi Keumatan Bisa Menang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beredar poster #2019HRSPresidenku lewat pesan berantai yang dikirim mantan kuasa hukumnya Kapitra Ampre. Foto/Istimewa

    Beredar poster #2019HRSPresidenku lewat pesan berantai yang dikirim mantan kuasa hukumnya Kapitra Ampre. Foto/Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, optimistis pasangan calon presiden usungan Koalisi Keumatan akan bisa mengalahkan inkumben Presiden Joko Widodo atau Jokowi di pilpres 2019, seperti halnya Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengalahkan inkumben Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di pilkada DKI Jakarta 2017.

    "Saudara seiman, belajarlah dari pilkada Jakarta, kita mampu mengalahkan inkumben yang ditopang alat negara, yang dibesarkan media dan berbagai lembaga survei," ujar Rizieq Shihab, Jumat malam, 27 Juli 2018.

    Baca:
    Rizieq Shihab: Koalisi Keumatan Terbuka untuk Partai Demokrat
    Kenapa Rizieq Shihab Ingin Capres...

    Imbauan itu disampaikan Rizieq saat berpidato sekaligus membuka acara Ijtima' Ulama yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat, melalui teleconference dari Mekah, Arab Saudi.

    Rizieq mengklaim saat ini ada lima partai yang bersama-sama dengan umat yang tergabung dalam Koalisi Keumatan. Partai itu adalah Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang, dan Partai Berkarya. Lima partai itu disebutnya sebagai lokomotif perjuangan penegak keadilan. "Ayo kita satukan koalisi umat. Ayo kita satukan mereka melawan komunisme, liberalisme, dan Islamphobia."

    Baca: Buka Ijtima GNPF, Rizieq Shihab Serukan...

    Koalisi Keumatan, ujar Rizieq, sangat terbuka jika Partai Demokrat bergabung. Dia meyakini, jika keenam partai itu bergabung, Koalisi Keumatan akan didukung gelombang umat yang besar. "Kekuatan umat akan jadi modal politik yang dahsyat," ujarnya.

    Acara pertemuan ulama ini mengundang lima pimpinan partai, yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, PBB, dan Partai Berkarya, yang dihadiri langsung semua ketua umum partainya, yakni Prabowo Subianto, Zulkifli Hasan, Sohibul Iman, Yusril Ihza Mahendra, dan Tommy Soeharto. Demokrat tak hadir.

    Simak: GNPF Siap Mendukung Jika Rizieq Shihab Jadi...

    Adapun Ketua GNPF sekaligus penanggung jawab acara, Yusuf Muhammad Martak, mengatakan pertemuan ulama ini bertujuan menjadikannya forum menyampaikan aspirasi umat mengenai Koalisi Keumatan untuk pemilihan presiden 2019. Forum itu juga menindaklanjuti diskusi para ulama, di antaranya Rizieq Shihab, dengan pimpinan-pimpinan partai politik itu sebelumnya.

    GNPF berharap hasil kunjungan Koalisi Keumatan dan kebangsaan dibahas oleh internal partai. "Agar bisa ditingkatkan menjadi terbentuknya koalisi dan deklarasi," kata Yusuf di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.