SBY: Sungguh Saya Merasakan Ketulusan Pak Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan saat bertemu di kediaman SBY, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018. TEMPO/Subekti

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan saat bertemu di kediaman SBY, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan ada banyak pertimbangan kenapa Demokrat menutup gerbang dengan koalisi Joko Widodo (Jokowi). "Menutup buku dengan Pak Jokowi dan membuka buku dengan Pak Prabowo, tidak begitu saja bagi kami," ujar SBY di kediamannya, bilangan Mega Kuningan, Jakarta pada Rabu malam, 26 Juli 2018.

    Baca: SBY: Tuhan Belum Menakdirkan Hubungan Saya dengan Ibu Megawati

    Menurut SBY, intensitas komunikasi antara dirinya dengan Jokowi dibandingkan Prabowo, bertolak belakang. SBY mengatakan justru lebih sering berkomunikasi dengan Jokowi ketimbang Prabowo. "Saya selama setahun tidak berkomunikasi dengan Pak Prabowo. Terakhir kali pada Juli 2017," ujar SBY.

    Setelah setahun tak berkomunikasi, baru Selasa malam, 24 Juli 2018, SBY bertemu Prabowo dalam rangka penjajakan koalisi dengan Gerindra. Sementara dengan Jokowi, setidaknya keduanya bertemu secara langsung sebanyak lima kali dalam empat tahun pemerintahan Jokowi. Komunikasi di luar pertemuan tersebut pun diklaim semakin intensif dalam setahun belakangan. Jokowi juga kerap menawarkan Demokrat bergabung ke kubunya.

    Namun belakangan, SBY mengatakan, ada banyak rintangan bagi partainya untuk bisa turut dalam koalisi pendukung Jokowi di Pilpres 2019. Hambatan itu tidak datang dari Jokowi, melainkan partai pendukungnya. Terlebih, hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun tak kunjung membaik.

    Simak: SBY: Saya Tidak Pernah Tawarkan AHY Jadi Cawapres Jokowi

    "Sungguh pun saya benar-benar merasakan kesungguhan dan ketulusan Pak Jokowi mengajak Demokrat. Tapi memang tidak terbuka jalan bagi Demokrat bergabung dengan koalisi Jokowi," ujar SBY. "Mungkin Tuhan belum menakdirkan hubungan kami."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.