Disebut Bakal Cawapres Jokowi, Maruf Amin: Bisa-bisanya Media

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Majelis Ulama Indonesi KH Maruf Amin di sela Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Majelis Rasulullah SAW di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesi KH Maruf Amin di sela Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Majelis Rasulullah SAW di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin mengaku siap menjadi calon wakil presiden atau cawapres Jokowi pada pemilihan presiden atau pilpres 2019. "Kalau bangsa negara memanggil, ya harus siap," kata Maruf saat menghadiri Zikir Kebangsaan dalam menyambut HUT ke-58 Adhyaksa di Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.

    Meski begitu, dia menyerahkan soal cawapres itu kepada Presiden Joko Widodo. "Jangan mengintervensilah."

    Baca:
    3.000 Santri Geruduk Jakarta Dukung Cak Imin Cawapres ...
    Jusuf Kalla: Cawapres Jokowi Harus Sumbang 15 Persen ...

    Nama Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu disebut-sebut masuk daftar cawapres Jokowi. Namun, hingga saat ini, kata Maruf, belum ada pembicaraan dengan calon presiden inkumben Joko Widodo mengenai cawapres.

    Maruf sejatinya tak percaya kabar namanya yang masuk daftar cawapres Jokowi. "Itu sebabnya, saya heran kenapa nama saya muncul? Dari mana? Bisa-bisanya media saja," ujarnya.

    Baca:
    Jokowi Beberkan Tiga Nama Masuk Bursa Cawapresnya
    SBY Penasaran dengan Sosok Cawapres Jokowi

    Namun ia menegaskan kembali siap mendampingi Jokowi dalam pilpres 2019 jika negara dan bangsa memerlukannya.

    Maruf mengatakan secara pribadi tak punya keinginan menjadi cawapres Jokowi. "Kalau untuk pribadi, sebetulnya jadi ini (ulama) saja sudah cukup."

    Simak: Soal Kandidat Cawapres, Jokowi: Dari 10 Mengerucut ...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.