TKN Jokowi - Ma'ruf Dibubarkan, Ini Sepak Terjangnya di Pilpres

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo usai membubarkan Tim Kampanye Nasional (TKN) di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta, 26 Juli 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo usai membubarkan Tim Kampanye Nasional (TKN) di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta, 26 Juli 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    5. TKN Klaim Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin

    TKN mengklaim pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin memenangkan pilpres 2019. Hal ini merujuk 80 juta suara yang Jokowi-Ma'ruf raih versi hitung manual TKN.

    Wakil Direktur Saksi TKN, Lukman Edy, menjelaskan angka 80 juta merupakan angka psikologis yang secara logika tidak bisa dilewati oleh pesaing Jokowi-Ma'ruf, pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    "Angka 80 juta suara ini merupakan 50 persen plus satu dari total 155 juta suara yang merupakan partisipasi 81 persen dari daftar pemilih," katanya di markas TKN, Gedung High End, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019.

    6. TKN Bandingkan Real Count dengan BPN

    Lukman Edy membandingkan real count temuan mereka dengan real count milik Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Menurut Lukman, ada beberapa kekeliruan pada data BPN yang diumbar ke publik.

    Lukman memaparkan, kekeliruan ini ada di hasil real count versi BPN di Provinsi Riau. Lukman mengakui memang Jokowi - Ma’ruf kalah di provinsi tersebut, namun ia tak sepakat dengan persentase perolehan suara versi BPN.

    7. Santunan TKN untuk KPPS yang Meninggal

    Tim Kampanye Jokowi - Ma’ruf Amin memberikan santunan kepada 225 orang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal. “TKN akan memberikan santunan yang berasal dari iurang teman-teman TKN terhadap para pahlawan yang gugur dalam menjalankan tugas demokrasi,” ujar juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat 26 April 2019.

    8. TKN Minta Polri Tuntaskan Rusuh 22 Mei

    Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf meminta pihak kepolisian menuntaskan kasus rusuh 22 Mei sampai ke dalangnya.

    "Rusuh Sarinah bukan event politik biasa. Kita dorong polisi untuk tuntaskan kasus ini sampai ke dalangnya," ujar Raja Juli Antoni saat dihubungi Tempo pada Ahad malam, 9 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.