Hanafi Rais Yakin PAN Ikuti Nasihat Amien untuk Jadi Oposisi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hanafi Rais, yang juga anak mantan Ketua MPR Amien Rais, berhasil lolos menjadi anggota DPR setelah meraih 171.316 suara di Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta pada Pemilu 2019. Dok.TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hanafi Rais, yang juga anak mantan Ketua MPR Amien Rais, berhasil lolos menjadi anggota DPR setelah meraih 171.316 suara di Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta pada Pemilu 2019. Dok.TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hanafi Rais mengatakan mayoritas kader dan simpatisan menginginkan partainya menjadi oposisi di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Keinginan tersebut sejalan dengan seruan Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang lantang diserukan selama ini.

    Hanafi meyakini, keinginan-keinginan para pihak itu akan menjadi pertimbangan dalam forum resmi partai yang akan membahas arah politik partai pascapemilihan presiden 2019. PAN rencananya bakal menggelar rapat kerja nasional untuk menentukan sikap politiknya.

    "Tunggu saja nanti pasti partai punya sikap resmi, dan tidak mungkin tidak mendengarkan dan memerhatikan dengan seksama masukan dari pendiri partai, Pak Amien Rais, maupun juga mayoritas suara para kader dan simpatisan yang sudah memilih PAN selama ini," kata Hanafi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019.

    Hanafi mengaku dirinya tak ingin larut dalam siasat adu domba yang ingin memecah PAN. Dia menduga ada yang ingin mengintervensi PAN dari luar dengan membenturkan isu bergabung ke pemerintah dan menjadi oposisi. "Saya masih menyayangi partai ini dan tak mau larut dalam semangat adu domba."

    Hal senada disampaikan Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo. Drajad mengklaim mayoritas Dewan Pengurus Wilayah PAN menginginkan partai berlambang matahari terbit ini berada di luar pemerintahan. Dia juga mengklaim sebagian besar kader mendengarkan nasihat Amien Rais.

    "Hampir semuanya, hanya sebagian kecil saja yang tidak, itu mendengarkan nasihat Pak Amien," kata Drajad.

    Ada pun Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno belum mau berkomentar banyak soal arah sikap politik partai. Eddy mengatakan hal tersebut masih akan dibicarakan lewat Rakernas di akhir bulan ini atau awal Agustus nanti.

    Eddy mengisyaratkan PAN tak menutup pintu untuk bergabung ke koalisi pemerintah. "Sudah disampaikan ketua umum (Zulkifli Hasan) kami mendukung program pemerintah sepanjang itu pro rakyat dan pro pertumbuhan ekonomi," kata Eddy di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019. Namun dia juga mengimbuhkan, PAN juga tak akan segan mengkritik kebijakan pemerintah.

    Baca juga: Rekonsiliasi dengan Jokowi: Inilah Untung Rugi Prabowo Jadi Oposisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.