PPP Klaim Jokowi Sudah Ajak Bicara soal Kabinet secara Bilateral

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani sebelum memasuki lokasi Debat Capres Kelima, Hotel Sultan, Sabtu, 13 April 2019. TEMPO/Irsyan

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani sebelum memasuki lokasi Debat Capres Kelima, Hotel Sultan, Sabtu, 13 April 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Bogor - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani mengklaim partainya sudah diajak bicara ihwal penyusunan kabinet mendatang oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Arsul, pembicaraan itu berlangsung antara Jokowi dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di Istana Bogor, pekan lalu.

    Baca juga: Untuk Kabinet Jokowi, Demokrat Bersedia Siapkan Kandidat Terbaik

    "Kalau soal kabinet, sebetulnya beberapa partai secara bilateral sudah bertemu dengan Pak Jokowi, termasuk PPP," kata Arsul di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Ahad, 14 Juli 2019.

    Arsul menuturkan, pada intinya Jokowi mengatakan kader PPP bakal mengisi kabinetnya mendatang. Namun Jokowi belum bicara nomenklatur kementerian tertentu serta berapa banyak pos yang akan diisi PPP. "Pak Jokowi menyampaikan ingin dibantu PPP nanti dalam kabinet, cuma posnya apa dan jumlahnya berapa belum disampaikan."

    Arsul bergurau PPP meminta jumlah sembilan menteri. Angka ini merujuk pada jumlah yang diminta Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Nasdem, yakni masing-masing sepuluh dan sebelas menteri.

    Arsul pun mengklaim sembilan nama itu sudah diajukan kepada Jokowi. "Mau dipilih berapa di antara sembilan nama itu terserah Pak Jokowi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.