Jenggala Center Menilai Pilpres 2019 yang Paling Berat

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menghadiri rapat konsolidasi nasional Jenggala Center di JS Luwansa, Jakarta, Ahad, 3 Februari 2019. Tempo/Vindry Florentin

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menghadiri rapat konsolidasi nasional Jenggala Center di JS Luwansa, Jakarta, Ahad, 3 Februari 2019. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenggala Center menyatakan rasa syukur bahwa pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin menjadi pemenang di Pilpres 2019. Sebagai salah satu organ pendukung utama Jokowi - Ma'ruf, Jenggala Center menilai pilpres tahun ini jauh lebih berat dibanding sebelumnya.

    Baca juga: JK Beri Arahan Jenggala Center untuk Menangkan Jokowi - Ma'ruf

    Hal ini dirasakan karena Jenggala Center, lewat satuan tugasnya Timnas Jenggala, bekerja lebih keras dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Situasi kegentingan itu dapat kami simpulkan demikian karena Jenggala telah menjadi tim sukses dalam Pilpres 2009, 2014, dan 2019,” ujar Ketua Timnas Jenggala yang juga Ketua Dewa Penasehat Jenggala Cener, Iskandar Mandji, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 6 Juli 2019.

    Jenggala Center, kata Iskandar, mulai banyak bergerak setelah mendapatkan instruksi dari Jusuf Kalla, selaku Ketua Dewan Pembina Jenggala Center, pada pertengahan Desember 2018. Iskandar menyebut mereka diminta JK untuk aktif memdorong pemenangan Jokowi-Maruf.

    “Dengan arahan itu, kami segera mengaktifkan Jaringan Pemenangan di daerah-daerah yang dianggap perolehan suaranya fluktuatif,dan membentuk serta mengaktifkan kembali jaringan di luar negeri seperti di Amerika, Qatar, Hongkong, Taiwan, Malaysia dan Singapura,” ujar Iskandar yang juga merupakan tokoh senior Partai Golkar.

    Timnas Jenggala kemudian memetakan, menganalisa, dan menemukan bahwa di bagian tengah dan timur Indonesia, hoaks telah menyebar. Hal ini mereka nilai telah jauh mengintervensi kehidupan masyarakat. "Beberapa daerah temuan kami, di antaranya (terjadi di) Maluku Utara, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan yang masyarakatnya tradisional religius," kata Iskandar yang juga politikus senior Golkar ini.

    Momen syukuran ini sekaligus dimanfatakan untuk mengajak masyarakat Indonesia kembali bersatu pasca pilpres dan pemilu 2019. Iskandar mengatakan meski hasilnya tidak bisa memuaskan semua pihak, namun persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia harus menjadi yang utama.

    "Sebagaimana pesan Pak JK, bahwa pemilu hanyalah ajang lima tahunan. Sementara persaudaraan dan persatuan sesama bangsa Indonesia adalah hal abadi yang perlu terus kita rayakan dan perjuangkan," kata Iskandar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.