BPN Prabowo Berharap Hakim MK Telusuri Peran Hasto Kristiyanto

Majleis Hakim Anggota Mahkamah Konstitusi bersama kuasa hukum pemohon, termohon, pihak terkait saat membandingkan contoh amplop milik saksi Prabowo - Sandi dan amplop coklat milik KPU saat sidang sengketa hasil pilpres yang digelar di Mahkamah Konstitusi, Kamis, 20 jUNI 2019. Setelah didicocokan terdapat beberapa perbedaan antara kedua amplop. Pertama yakni kolom informasi jumlah lembar dalam amplop milik Betty yang kosong. Kedua tak ada jejak lem, dan tak ada bekas segel. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade berharap hakim Mahkamah Konstitusi menelusuri peran Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam pelatihan saksi yang digelar Direktorat Saksi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada 20-21 Februari lalu. Andre menyebut Hasto membuat pemufakatan curang dalam acara itu.

Baca: Pengamat Sebut Kubu Prabowo Belum Bisa Buktikan Kecurangan TSM

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra ini merujuk pada pernyataan saksi, baik yang dihadirkan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi maupun pihak Jokowi-Ma'ruf dalam sidang sengketa hasil pemilihan presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi.

"Persidangan MK berhasil membongkar pemufakatan curang yang disusun di acara TOT (training of trainer) di Kelapa Gading. Hakim MK diharapkan menelusuri peran Hasto Sekjen PDIP dalam acara tersebut," kata Andre kepada wartawan, Ahad, 23 Juni 2019.

Menurut Andre, dalam acara pelatihan itu Hasto mengatakan agar pihak 02 distigma pro-khilafah dan radikal oleh masyarakat. Andre pun menilai rencana itu berhasil dilakukan, terbukti dari rendahnya suara Prabowo-Sandiaga di daerah yang menjadi basis pemilih minoritas.

"Suara Pak Prabowo di kantong-kantong suara minoritas kecil sekali, kalah telak," kata Andre.

Andre pun berharap majelis hakim konstitusi benar-benar menelusuri hal ini sebagai bagian dari dugaan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif yang mereka dalilkan dalam permohonan sengketa hasil pilpres 2019. Andre mengutip Surat An-Nisa ayat 135 yang juga dibacakan salah satu kuasa hukum Prabowo-Sandi saat penutupan sidang Jumat, 21 Juni lalu.

"Kami mengimbau hakim MK benar-benar memaknai Surat An-Nisa yang dibacakan tim kuasa hukum kami dalam closing statemennya. Hakim MK bukan hanya mempertanggungjawabkannya kepada rakyat Indonesia, tapi juga di hari akhir," kata dia.

Sebelumnya dalam sidang Jumat, 21 Juni 2019, kuasa hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah mencecar saksi yang dihadirkan pihak Jokowi-Ma''ruf, Anas Nashikin. Nasrullah mengkronfontir keterangan Anas dengan keterangan saksi pihaknya sebelumnya, Hairul Anas Suaidi.

Kepada Anas, Nasrullah menanyakan apakah betul Hasto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyinggung ihwal kalimat radikal, Islam ekstrem, pro-khilafah, anti-Pancasila, anti-kebhinekaan. "Saudara juga mendengar diksi-diksi itu, narasi-narasi seperti itu dalam acara ToT itu?" tanya Nasrullah.

Baca: Bambang Widjojanto: Emang Muka Gue Tak Siap Terima Keputusan?

Anas mengatakan, konteks ucapan Hasto itu ialah memberikan contoh tentang kondisi yang berkembang saat ini. "Yang saya pahami dalam konteks memberikan contoh apa yang hari ini sedang berkembang di masyarakat," kata Anas.






Begini Komentar Prabowo soal Jokowi Dukung Capres Berambut Putih

7 jam lalu

Begini Komentar Prabowo soal Jokowi Dukung Capres Berambut Putih

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mendukung calon presiden berambut putih.


Respons Prabowo soal Jokowi Ajak Relawan Pilih Capres Berambut Putih

8 jam lalu

Respons Prabowo soal Jokowi Ajak Relawan Pilih Capres Berambut Putih

Jokowi menyebut ciri-ciri pemimpin yang memikirkan rakyat memiliki banyak keriput pada wajahnya dan berambut putih.


Sekjen PDIP Anggap Manuver Elit Relawan Jokowi Tidak Berguna untuk Rakyat

11 jam lalu

Sekjen PDIP Anggap Manuver Elit Relawan Jokowi Tidak Berguna untuk Rakyat

Hasto menjelaskan, kritik terhadap acara Nusantara Bersatu ini dilontarkan dengan penuh kesadaran dan rasa hormat pada prestasi Jokowi.


Sekjen PDIP Sebut Acara Nusantara Bersatu Kerdilkan Jokowi

1 hari lalu

Sekjen PDIP Sebut Acara Nusantara Bersatu Kerdilkan Jokowi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengkritik acara Nusantara Bersatu yang digelar para relawan Jokowi di GBK kemarin.


Menhan Prabowo: Setiap Kabupaten/Kota Minimal Ada Satu Batalion Komponen Cadangan

1 hari lalu

Menhan Prabowo: Setiap Kabupaten/Kota Minimal Ada Satu Batalion Komponen Cadangan

Prabowo Subianto mengatakan komponen cadangan penting bagi pertahanan negara. Hal ini untuk menjaga dari ancaman serangan asing.


Jokowi Minta Relawan Pilih Capres Berambut Putih, Pengamat: Sinyal Kuat untuk Ganjar Pranowo

2 hari lalu

Jokowi Minta Relawan Pilih Capres Berambut Putih, Pengamat: Sinyal Kuat untuk Ganjar Pranowo

Pengamat sebut pernyataan Jokowi soal calon presiden yang didukung mengarah ke Ganjar Pranowo. Cuma Ganjar yang berambut putih dari tiga nama lain.


Soal Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI, Prabowo: Jelas Beliau Mampu

3 hari lalu

Soal Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI, Prabowo: Jelas Beliau Mampu

Laksamana Yudo Margono disebut-sebut menjadi kandidat kuat pengganti Jenderal Andika Perkasa jadi Panglima TNI. Surpres dikirim ke DPR Senin depan.


Prabowo: Indonesia Selalu Memandang Australia Teman Dekat

4 hari lalu

Prabowo: Indonesia Selalu Memandang Australia Teman Dekat

Di depan Marles, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia selalu memandang Australia sebagai teman dekat dan mitra utama bidang pertahanan.


Prabowo Terima Penetapan RI Tuan Rumah Forum Menhan se-ASEAN 2023

4 hari lalu

Prabowo Terima Penetapan RI Tuan Rumah Forum Menhan se-ASEAN 2023

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima penetapan Indonesia sebagai tuan rumah Forum Menhan se-ASEAN untuk 2023.


Politikus PKB Bilang Koalisi dengan Gerindra Berlanjut Jika Piagam Kerja Sama Dipatuhi

5 hari lalu

Politikus PKB Bilang Koalisi dengan Gerindra Berlanjut Jika Piagam Kerja Sama Dipatuhi

Situasi akan berbeda jika salah satu pihak atau dua belah pihak sudah tidak mematuhi poin kerja sama dalam Piagam Kerja Sama Politik PKB - Gerindra.