Di Balik Alasan Relawan Bravo 5 Berencana Jadi Ormas

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim Bravo 5 Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy dalam Silahturahmi Kebangsaan Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin di Hotel Marc Passer Baroe, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juni 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Anggota tim Bravo 5 Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy dalam Silahturahmi Kebangsaan Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin di Hotel Marc Passer Baroe, Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juni 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah pemilihan presiden 2019 rampung, tim relawan Bravo 5 pendukung Joko Widodo atau Jokowi berencana menjadikan komunitas yang dibentuk oleh beberapa purnawirawan jenderal itu sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas).

    Baca: Relawan Bravo 5 Jokowi Bakal Berubah Jadi Organisasi Massa

    Ketua tim relawan Bravo 5, Fachrul Razi, menjelaskan alasannya untuk mendukung kerja Presiden Jokowi pada periode kedua. "Kami berpikir kerjaan rumah Pak Jokowi banyak setelah beliau memenangkan pemilihan presiden ini, antara lain, menguatnya anti-anti Pancasila, menguatnya kapitalisme, kelompok yang intoleran, dan sebagainya, tutur dia dalam Silaturahmi Kebangsaan Relawan Jokowi-Amin di Jakarta Pusat, Sabtu, 22 Juni 2019.

    Fachrul menambahkan, Bravo 5 bakal membantu tugas Presiden Jokowi dalam pemerintahan setelah menjadi ormas. Namun ia menekankan kepada relawan untuk tidak mengganggu kinerja pemerintahan. "Kita jalan masing-masing tetapi punya badan koordinasi, suatu saat kita bisa koordinasi dengan badan ini," ujarnya.

    Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir dan Ketua Tim Bravo-5 Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi menghadiri acara deklarasi Perempuan Keren Bravo-5 di Hotel Atlet Century, Jakarta pada Kamis, 8 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Tim Bravo 5 merupakan salah satu relawan Jokowi sejak pemilihan presiden 2014. Ada 21 purnawirawan jenderal yang masuk dalam pengurus inti tim ini. Mereka adalah orang-orang yang dianggap tahu tabiat dan mengerti cara berpikir penantang Jokowi, Prabowo Subianto. Di antaranya yakni: Letjen TNI (Purn) Sumardi, Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, dan lainnya.

    Baca juga:  Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menurut Fachrul, Bravo 5 mempunyai komponen organisasi sampai 34 provinsi. "Kami juga sudah ada di luar negeri khususnya di Timur Tengah, Amerika, Eropa, Australia dan lain-lain," ujar dia.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.