Prabowo Minta Pendukung Tak ke MK, Wiranto: Saya Menaruh Hormat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim hukum BPN Prabowo - Sandiaga pengajuan perbaikan permohonan sengketa hasil Pilpres 2019 di gedung MK, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Tambahan poin lam permohonan tersebut, salah satunya terkait dugaan pelanggaran Undang-undang Pemilu yang dilakukan oleh calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. TEMPO/Egi Adyatama

    Tim hukum BPN Prabowo - Sandiaga pengajuan perbaikan permohonan sengketa hasil Pilpres 2019 di gedung MK, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Tambahan poin lam permohonan tersebut, salah satunya terkait dugaan pelanggaran Undang-undang Pemilu yang dilakukan oleh calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. TEMPO/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengapresiasi tindakan calon presiden Prabowo Subianto yang mengimbau pendukungnya agar tidak menggelar aksi di Mahkamah Konstitusi.

    Baca juga: Untuk Pengamanan Sidang MK, Massa Daerah Dicegah Masuk Jakarta

    "Saya menaruh hormat betul atas pernyataan beliau untuk mengajak para pendukungnya, para simpatisannya untul melakukan langkah-langkah positif," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.

    Wiranto mendukung ajakan Prabowo kepada simpatisannya untuk menghormati hukum, menjaga perdamaian, kerukunan, hingga memohon agar tidak berbondong-bondong ke MK. Ia berharap para pendukung Prabowo mau mematuhi ajakan tersebut. "Saya yakin kalau itu dipatuhi dan ditaati maka tentu suhu politik menjadi dingin kembali, keamanan menjadi terjaga," katanya.

    Menurut Wiranto, dengan terciptanya kondisi keamanan yang kondusif, negara bisa melanjutkan pembangunan setelah pelaksanaan pemilu yang kompleks, besar, dan terlaksana dengan baik.

    Prabowo sebelumnya mewanti-wanti pendukungnya untuk tidak menggelar aksi di MK selama persidangan gugatan sengketa hasil pemilihan presiden 2019. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut bersama calon wakil presiden Sandiaga Uno memutuskan menempuh jalur konstitusi. Sehingga, Prabowo meminta pendukungnya percaya pada langkah hukum dan konstitusional tersebut.

    Baca juga: MK: Tidak Ada Aturan Tentang Permohonan Perbaikan Berkas Gugatan

    Prabowo mengatakan, sejak semula ia dan Sandiaga berpandangan dan bertekad menggunakan jalur konstitusi. Kalau pun sampai ada aksi penyampaian pendapat di muka umum, kata dia, harus tetap damai dan tanpa kekerasan. "Kami sama sekali tidak ingin ada kerusuhan apa pun di negara ini. Bukan seperti itu penyelesaiannya," ujar mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.