Ma'ruf Amin Menghadiri Halal Bihalal Lebaran di Sumedang

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat ditemui di kantor MUI Pusat, Jakarta pada Selasa, 14 Mei 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat ditemui di kantor MUI Pusat, Jakarta pada Selasa, 14 Mei 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Bandung-Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, menghadiri undangan halal bihalal bertema 'Dangian Kawargian' di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Rabu, 12 Juni 2019. Ma'ruf hadir bersama sesepuh Rukun Wargi Sumedang (RWS) Inspektur Jendral Mochamad Iriawan.

    Dalam sambutannya Ma'ruf mengatakan pentingnya menjalin silaturahmi antar sesama warga negara tanpa memandang suku ras dan agama. "Silah itu menyambung, rahim itu saudara satu ibu. Jadi silaturahim itu menyambung persaudaraan saudara satu ibu, kita wajib melakukan silaturahim," ucap Ma'ruf.

    Baca Juga: Ma'ruf Amin Tegaskan Bukan Karyawan atau Pejabat BUMN

    Cicit ulama kenamaan Syekh Nawawi al-Bantani itu mengatakan urusan pemilu presiden sebentar lagi akan usai. Dia berharap tidak ada lagi konflik antara sesama masyarakat yang beda pilihan. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia itu sudah seharusnya semua seteru diakhiri dengan berjabat tangan.

    "Berbeda pendapat boleh, berbeda pilihan boleh, berbeda agama juga nggak masalah, lakum diinukum waliyadin. Apalagi berbeda capres, lebih tidak masalah. Yang penting kita tidak bertengkar dan harus tetap silaturahim," ucap Ma'ruf.

    Mantan Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu mengatakan jika ia resmi dilantik menjadi wakil presiden , maka keajaibannya menjadi ganda. Yakni di satu sisi sebagai ulama dan di sisi lain sebagai pemimpin. "Saya harus menyandang dua gelar yakni ulama dan umara (pemimpin)," katanya.

    Simak Juga: Ma'ruf Amin: Enggak Diduga-Duga Saya Jadi Cawapres

    Tugas ulama, kata Ma'ruf, membangun agama agar bisa menjadi jalan hidup bagi pemeluknya. Sedangkan umara, kata dia, tidak hanya membangun agama saja melainkan juga membangun segala aspek yang dirasa mensejahterakan rakyat meski sebetulnya gagasan umara itu tertuang dalam agama pula.

    "Umara itu membangun kemaslahatan juga menjadi manfaat bagi masyarakat. Apa saja yang membawa kemaslahatan mulai dari ekonomi, budaya termasuk politiknya dibangun. Dan menghilangkan kerusakan-kerusakan dan yang membahayakan warga negara," kata Ma'ruf Amin.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.