PA 212: Koalisi Indonesia Adil Makmur Tak Hanya Partai Politik

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Reuni Akbar 212 tahun 2018 Novel Bamukmin dalam acara Seminar Nasional bertajuk Reuni Akbar Alumni 212 di Hotel Whiz Hotel, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Juru Bicara Reuni Akbar 212 tahun 2018 Novel Bamukmin dalam acara Seminar Nasional bertajuk Reuni Akbar Alumni 212 di Hotel Whiz Hotel, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta-Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Novel Bamukmin mengklaim Koalisi Indonesia Adil Makmur pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bukan hanya terdiri dari partai politik saja. Sebab, kata dia, dukungan juga melibatkan organisasi masyarakat, ulama dan majelis taklim.

    “Kami tegaskan bahwa koalisi di 02 adalah koalisi keumatan berdasarkan hasil ijtima ulama pertama. Dan koalisi keumatan ini bukan partai-partai saja, tetapi juga melibatkan banyak ormas dan majelis taklim yang juga sangat banyak ulama,” tutur Novel saat dihubungi Senin, 10 Juni 2019.

    Baca Juga: Rachland Nashidik Anjurkan Dua Kubu Bubarkan Koalisi

    Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mencuitkan anjuran melalui akun Twitternya agar kedua kubu yang berkontestasi dalam pemilu presiden 2019 segera membubarkan koalisinya masing-masing. Menurut Rachland koalisi partai politik tidak relevan lagi karena hanya tinggal menunggu proses sengketa di Mahkamah Konstitusi. Sedangkan pemilu sendiri sudah usai.

    Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo menimpali anjuran ini dan mengatakan bahwa koalisi tak dapat dibubarkan begitu saja. Perlu ada pembahasan dari semua pihak yang tergabung dalam koalisi, baik dari partai politik, atau pihak-pihak non-partai politik yang terlibat.

    Simak Juga: Rachland Nashidik: Ide Pembubaran Koalisi Tidak Bermotif Politik

    “Koalisi itu bukan keputusan satu dua orang. Itu keputusan bersama, kesepakatan bersama. Jadi soal koalisi Prabowo-Sandi akan jalan terus atau tidak, etikanya ya harus dibahas bersama oleh semua parpol yang terlibat. Tentu membahasnya bersama Prabowo dan Sandi sebagai pimpinan koalisi,” ujar Drajad saat dihubungi, Ahad, 9 Juni 2019.

    Novel pun mengatakan PA 212 mempersilakan Partai Demokrat untuk keluar dari koalisi. Karena, menurutnya, tak pernah ada komunikasi yang terbangun antara Partai Demokrat dengan PA 212. “Demokrat sudah tidak ada di koalisi kami karena memang bikin ricuh saja dan kontribusi juga gak jelas,” ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.