Menuju Sidang Pertama MK, Tim Hukum TKN Kumpulkan Bukti-bukti

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Mahkamah Konstitusi. ANTARA

    Gedung Mahkamah Konstitusi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Persidangan pertama sengketa Pilpres yang diajukan oleh kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi (MK), akan digelar pada 14 Juni 2019. Menghadapi persidangan tersebut, Tim Hukum kubu Joko Widodo - Ma’ruf Amin mengaku sudah mengumpulkan bukti-bukti sejak bulan lalu.

    Baca juga: Profil 9 Hakim Mahkamah Konstitusi yang Tangani Gugatan prabowo

    “Kami terus melakukan persiapan, kami sudah berkonsultasi dengan MK, kami sudah menggelar meeting untuk membahas materi gugatan 02. Kemudian juga kami sedang mempertimbangkan beberapa nama untuk menjadi ahli ya,” ujar Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf, Usman Kansong, saat dihubungi, Ahad, 9 Juni 2019.

    Meskipun bersidang sebagai pihak terkait, kata Usman, mereka akan tetap mengumpulkan fakta dan data sebagai argumentasi apabila diperlukan Hakim. Mulai besok, Senin, 10 Juni, tim hukum TKN menurut Usman akan memulai kembali persiapan mereka menjelang persidangan nanti.

    Sejauh ini salah satu bukti yang akan mereka bawa adalah hasil real count milik TKN, berdasarkan formulir C1 yang mereka terima. Selain itu mereka akan menyajikan data versi mereka bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dituduhkan dimobilisasi untuk memilih Jokowi - Ma’ruf, justru 78 persennya memilih Prabowo - Sandiaga.

    Namun data tersebut akan disampaikan di persidangan apabila dibutuhkan Hakim. Pasalnya, kata Direktur Pemberitaan Media Indonesia non-aktif ini, yang akan dicecar adalah kubu Prabowo - Sandiaga sebagai pemohon. “Karena yang wajib membuktikan itu mereka. Tapi kami pelajari betul-betul, kami siapkan argumen kami juga sesuai dengan apa yang mereka persoalkan.”

     Prabowo - Sandiaga harus membuktikan bahwa ada kecurangan yang dilakukan kubu inkumben, dan akibat perbuatan curang tersebut mengakibatkan kekalahan mereka dengan selisih suara 17 juta. Prabowo minimal harus dapat membuktikan bahwa ia memiliki setidaknya setengah dari angka tersebut, plus satu suara.

     Hasil rekapitulasi oleh Komisi Pemilihan Umum pada 21 Mei dini hari lalu, menunjukkan selisih suara 16.594.335. Dengan kemenangan untuk Jokowi - Ma’ruf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbandingan Kebutuhan Pria dan Wanita akan Protein per Hari

    Penelitian DRI menyebutkan kebutuhan rata-rata pria akan protein sekitar 56 gram per hari. Mudahnya, dibutuhkan 0,8 gram protein per kg berat tubuh.