Alasan Prabowo Ungkit Pilihan Politik Ani Yudhoyono saat Takziah

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) saat melayat di rumah duka, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Juni 2019. Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono kepada  Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) saat melayat di rumah duka, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Juni 2019. Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengungkap alasan sesungguhnya di balik sikap Prabowo Subianto yang mengungkit pilihan politik istri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono ketika bertakziah ke rumah duka di Puri Cikeas pada Senin, 3 Juni 2019. Hal itu diungkapkan Andre karena semakin ramainya perisakan terhadap Ketua Umum Gerindra itu di media sosial.

    Baca: Saat SBY Tak Nyaman dengan Ucapan Prabowo soal Ani Yudhoyono

    Menurut Andre, info mengenai pilihan politik Ani Yudhoyono di pemilihan presiden 2014 dan 2019, didapat Prabowo langsung dari SBY. "Hal itu disampaikan Pak SBY ketika Pak Prabowo bertakziah di dalam rumah," ujar Andre Rosiade saat dihubungi Tempo pada Ahad, 9 Juni 2019.

    SBY sendiri pula, kata Andre, yang meminta agar testimoni tentang kebaikan Ani Yudhoyono disampaikan oleh Prabowo di depan wartawan ketika hendak pulang. Sikap politik Ani Yudhoyono yang memilih Prabowo dalam pilpres 2014 dan 2019, menurut Andre, ditafsirkan Prabowo sebagai salah satu testimoni tentang kebaikan Ani Yudhoyono.

    "Itu saja. Yang disampaikan oleh Pak Prabowo di depan wartawan, persis yang diucapkan Pak SBY ke Pak Prabowo. Enggak ada yang dilebihkan dan enggak ada yang dikurangi. Silakan publik menilai sendiri," ujar Andre Rosiade.

    Baca: Demokrat Tak Lagi Persoalkan Ucapan Prabowo Soal Ani Yudhoyono

    Senin, 3 Juni 2019, Prabowo melayat ke rumah SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Prabowo mulanya menyampaikan rasa belasungkawa atas wafatnya Ani Yudhoyono. Ia juga meminta maaf ke SBY lantaran baru bisa melayat dan sempat membatalkan rencana menjenguk Ani yang kedua kalinya di Singapura.

    Di akhir pernyataannya, mantan Komandan Jenderal Kopassus itu menilai bahwa dia merasa dekat dengan Ani Yudhoyono. Terlebih ia mendapat informasi bahwa Ani mendukungnya di Pemilihan Presiden 2014 dan 2019. Setelah itu, Prabowo bergegas pergi meninggalkan rumah SBY.

    SBY yang berdiri di kiri belakang Prabowo tampak langsung melipat kedua lengannya di dada ketika mendengar ucapan Ketua Umum Partai Gerindra itu. Setelah Prabowo pergi, SBY menghampiri wartawan dan menyatakan keberatannya dengan perkataan calon presiden yang diusungnya itu.

    Baca: Demokrat: SBY dan Keluarga Besar Telah Memaafkan Ucapan Prabowo

    "Itu statement Pak Prabowo, itu politik, tentang Bu Ani, please tidak perlu disampaikan. Hari-hari ini penuh ujian bagi saya, Ibu Ani. Jangan dikaitkan dengan politik, itu tidak tepat dan tidak elok," kata SBY, Senin, 3 Juni 2019. Hingga saat ini, potongan video tersebut viral di dunia maya. Prabowo pun menjadi sasaran bully oleh pihak-pihak yang menaruh simpati kepada SBY yang baru saja ditinggalkan Ani Yudhoyono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.