Tanggapi Moeldoko, Gerindra Klaim Ada Tawaran dari Kubu Jokowi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat ditemui setelah Diskusi Polemik Tagar di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat ditemui setelah Diskusi Polemik Tagar di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengetahui adanya sejumlah tawaran posisi politik untuk Partai Gerindra dari kubu Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. Andre mengaku mendengar hal ini dari sejumlah petinggi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.

    Baca juga: Prabowo Belum Tentu Bertemu Jokowi pada Momen Idul Fitri

    "Kami memang mendengar dari berbagai tokoh di kubu TKN bahwa Gerindra akan ditawari posisi di kubu Pak Jokowi," kata Andre kepada Tempo, Selasa, 4 Mei 2019.

    Menurut Andre, tawaran itu mencakup posisi di kabinet dan koalisi di parlemen, mencakup kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat maupun komisi-komisi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat. Politikus Partai Gerindra ini mengaku tak tahu apakah Prabowo sudah ada tawaran formal kepada Prabowo. Namun dia menduga Ketua Umum Partai Gerindra itu sudah mendengar perihal tawaran itu.

    "Tentu Pak Prabowo sudah mendapat informasi yang sama. Seluruh petinggi BPN dan seluruh petinggi Gerindra pasti sudah mendapat informasi yang sama," kata dia.

    Hal ini disampaikan Andre sekaligus menanggapi pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menyebut ada kemungkinan Gerindra bergabung ke koalisi Jokowi. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini mengatakan, jika Gerindra bergabung dengan koalisi Jokowi maka yang harus diperhatikan adalah fungsi pengawasan atau check and balances.

    Menurut Andre, Prabowo akan mendengarkan aspirasi dari kader, pendukung, serta simpatisannya soal diterima atau tidaknya tawaran-tawaran tersebut. Keputusan akhirnya akan tetap berada di tangan orang nomor satu di Partai Gerindra itu.

    Andre sendiri beranggapan, jika Prabowo tak menjadi presiden maka Gerindra lebih baik tetap berada di luar pemerintahan alias menjadi oposisi. Dia menilai menjadi oposisi lebih terhormat, bisa memberikan sumbangsih untuk masyarakat dengan menjalankan fungsi check and balances terhadap pemerintah.

    "Ini pendapat pribadi saya, tapi saya rasa pendapat pribadi ini merepresentasikan mayoritas pendukung Pak Prabowo dan Gerindra," kata Andre.

    Meski begitu, Andre menegaskan seluruh kader akan mengikuti apa yang diputuskan Prabowo nantinya. Namun dia belum memastikan kapan Prabowo akan mengambil keputusan terhadap adanya tawaran-tawaran itu.

    Baca: Prabowo Akan Rayakan Idul Fitri di Hambalang, Sandiaga di AS

    "Tapi seluruh keputusan ada di tangan Pak Prabowo. Kami seluruh pendukung dan kader taat dan patuh apa pun keputusan Pak Prabowo. Kami siap mengamankan apa yang diputuskan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.