Prabowo Dituding Dalang Kerusuhan 22 Mei, BPN Bereaksi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat ditemui setelah Diskusi Polemik Tagar di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat ditemui setelah Diskusi Polemik Tagar di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengatakan pihaknya bakal melaporkan balik sejumlah aktivis 98 yang melaporkan Prabowo ke kepolisian atas tudingan dalang kerusuhan 22 Mei. Menurut dia, hal itu mencemarkan nama baik Prabowo.

    Baca: Mantan Kepala Bais Sebut Indikasi-indikasi Kerusuhan 22 Mei

    "Nanti tim hukum akan melaporkan balik aktivis-aktivis tersebut, kalau memang mereka benar-benar aktivis," kata Andre dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 30 Mei 2019.

    Sebelumnya sejumlah orang yang mengatasnamakan Rembug Nasional 98 mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, kemarin. Mereka berniat melaporkan Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh lainnya ke Polisi karena dituding sebagai dalang kerusuhan 22 Mei.

    Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra itu menuturkan, tudingan Prabowo dalang kerusuhan adalah fitnah. Ia menduga pelaporan yang dilakukan aktivis tersebut tanpa disertai bukti.

    Suasana kerusuhan 22 Mei di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, 22 Mei 2019. Kerusuhan di kawasan Pertamburan, Jakarta Pusat dimulai saat sekelompok orang mencoba memasuki kantor Bawaslu RI pada Selasa malam sekitar pukul 23.00. TEMPO/Amston Probel

    "Saya yakin itu tidak ada bukti, karena memang tidak ada, dan ini merupakan fitnah terhadap pak Prabowo, oleh karena itu tidak bisa dibiarkan," katanya.

    Jika pelapor Prabowo benar-benar aktivis 98 yang pernah turun di jalanan, kata Andre, seharusnya yang mereka soroti adalah adanya korban jiwa dalam kerusuhan tersebut. Pasalnya hal itu sama seperti kerusuhan yang terjadi pada 1998 lalu.

    "Nah ini kan aneh, ngakunya aktivis malah membuat fitnah mengenai dalang kerusuhan, bukan korban jiwa kerusuhan tersebut yang jelas-jelas ada korbannya," tuturnya.

    Andre berujar, Prabowo justru meminta pendukungnya yang berdemonstrasi di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada 21-22 Mei itu untuk pulang. Menurut dia, Prabowo lebih dari sekali mengeluarkan imbauan tersebut.

    Baca juga: Ruhut: Prabowo dan Luhut Sempat Singgung Aksi 22 Mei via Telepon

    "Jadi enggak masuk logikanya. Sebagai aktivis, nalarnya seharusnya ke banyaknya korban kekerasan" katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?