Nyanyian Pendukung Prabowo-Sandi di Pintu Belakang Gedung MK

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan massa pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jalan Raya Abdul Muis, belakang Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, di hadapan pasukan Marinir TNI Angkatan Laut pada Sabtu dini hari, 25 Mei 2019, TEMPO/Andita Rahma

    Puluhan massa pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jalan Raya Abdul Muis, belakang Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, di hadapan pasukan Marinir TNI Angkatan Laut pada Sabtu dini hari, 25 Mei 2019, TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan massa pendukung Prabowo-Sandi ikut mengiringi pendaftaran gugatan sengketa ke Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, yang dilakukan oleh tim kuasa hukum.

    Berdasarkan pantauan Tempo, pendukung Prabowo-Sandi menunggu di Jalan Raya Abdul Muis, di belakang Gedung MK. Tapi, massa hanya duduk-duduk di trotoar sembari menunggu kedatangan tim kuasa hukum Prabowo - Sandi. Sedangkan pasukan Marinir TNI Angkatan Laut sudah berjaga di pintu keluar tersebut.

    Sekitar pukul 22.30 WIB, tim kuasa hukum Prabowo-Sandi tiba. Massa pendukung mulai meneriakkan nama Prabowo sembari mengacungkan tangan dua jari sebagai simbol nomor urut pasangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019.

    BacaIni 8 Anggota Tim Hukum Prabowo - Sandi untuk Gugatan ke MK

    Setelah mengetahui bahwa tim kuasa hukum telah resmi mendaftar gugatan, massa mulai bernyanyi. "Naik-naik Prabowo-Sandi, turun-turun Jokowi," ujar massa. Mereka menggunakan lagu anak-anak 'Naik-naik ke Puncak Gunung' dan mengubah lirik lagunya. Setelah sekitar 15 menit, massa Prabowo-Sandi membubarkan diri.

    Sementara itu di dalam Gedung MK Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, mendaftarkan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019. "Malam ini kami akan menyerahkan secara resmi permohonan itu. Dilengkapi dengan daftar alat bukti. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan melengkapi alat bukti," ujarnya didampingi sejumlah anggota tim dan adik Prabowo, Hashim Djodjohadikusumo.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.