Ma'ruf Amin: Aksi 22 Mei Itu Maksudnya Untuk Apa?

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Ma'ruf Amin berpakaian serba putih sesaat sebelum berangkat ke lokasi TPS di Koja, Jakarta Utara, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Calon wakil presiden Ma'ruf Amin berpakaian serba putih sesaat sebelum berangkat ke lokasi TPS di Koja, Jakarta Utara, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mempertanyakan tujuan para pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno melakukan demonstrasi menolak hasil pemilu, yang berlangsung sejak kemarin, hingga hari ini. Musababnya, ujar Ma'ruf, paslon yang mereka dukung sudah menyatakan akan menempuh jalar hukum dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

    Baca: Kapolri Tunjukkan Senapan yang Akan Diselundupkan ke Aksi 22 Mei

    "Nah sekarang, untuk apa demonstrasi itu, maksudnya untuk apa? Kan Prabowo sudah masuk ke jalur hukum. Jadi sebenarnya tidak perlu lagi ada demo, apalagi ini demonya kemudian rusuh," ujar Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta pada Rabu malam, 22 Mei 2019.

    Menurut Ma'ruf, demonstrasi tersebut sudah tidak sesuai dengan aturan, karena tidak lagi berlangsung damai. "Kan sampai ada pembakaran mobil di asrama polisi, karena itu ya kalau rusuh, harus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Ma'ruf.

    Dia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tidak ikut terpengaruh serta tidak ikut memanas-manasi situasi. "Masyarakat supaya tetap tenang dan mengikuti informasi yang benar dari pemerintah dan jangan terpengaruh hoaks," ujar dia.

    Ma'ruf mengatakan dirinya telah lama menunggu waktu untuk bertemu dengan cawapres 02 Sandiaga Uno, untuk bisa meredam suasana. "Kami memang akan bertemu menyelesaikan ini cuma memang waktunya mungkin yang masih dicari. Kami siap bertemu untuk kepentingan bangsa, supaya konflik ini tidak berlanjut," ujar Ma'ruf.

    Sejak Selasa, 21 Mei 2019, gelombang aksi unjuk rasa terus berlangsung dan benturan dengan aparat keamanan terus terjadi. Pagi tadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut enam orang meninggal dalam perawatan di sejumlah rumah sakit akibat bentrokan massa dengan aparat gabungan Brimob dan TNI sepanjang Selasa malam dan Rabu dinihari 21-22 Mei 2019.

    Baca: Komnas HAM Dalami Kemungkinan Pelanggaran HAM di Bentrok 22 Mei

    Adapun Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto telah meminta semua yang terlibat aksi massa 22 Mei di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019 tak melakukan kekerasan. Seruan ini dia tujukan di antaranya kepada aparat Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, dan para pendukungnya.

    "Saya mengimbau, seluruh pihak masyarakat yang menyampaikan aspirasinya, pihak kepolisian, pihak TNI, dan semua pihak untuk menahan diri agar tidak melakukan kekerasan fisik," kata Prabowo dalam konferensi pers di depan rumahnya, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.