SBY Mengaku Bersyukur dan Lega KPU Bekerja Tepat Waktu

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menunjukkan surat suara saat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS, di Singapura, Kamis, 14 April 2019. SBY berada di Singapura untuk mendampingi istrinya yang sedang dirawat. ANTARA/Anung

    Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menunjukkan surat suara saat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS, di Singapura, Kamis, 14 April 2019. SBY berada di Singapura untuk mendampingi istrinya yang sedang dirawat. ANTARA/Anung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau  SBY  menerima hasil Pemilihan Umum 2019. SBY menegaskan Partai Demokrat menghormati hasil itu kendati suara dan kursi legislatif menurun ketimbang Pemilu 2014. Presiden RI ke-6 ini juga menyampaikan rasa syukur dan lega terhadap KPU yang mengumumkan hasil pemilu secara baik dan tepat waktu. 

    Baca Juga: SBY Ucapkan Selamat kepada Jokowi - Ma'ruf dan Dukung Penuh

    "Meskipun perolehan suara dan kursi Partai Demokrat di parlemen menurun, pada prinsipnya kami menerima hasil pemilu legislatif tahun 2019 ini," kata SBY melalui video berdurasi 9 menit 23 detik yang dirilis pada Selasa malam, 21 Mei 2019. Video itu dibagikan Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari.

    SBY mengakui ada sejumlah calon legislator dari Partai Demokrat yang berencana menggugat hasil pemilihan legislatif ke Mahkamah Konstitusi. Menurut dia, caleg ini merasa dirugikan di daerah pemilihan, padahal sudah bekerja keras, jujur dan sesuai undang-undang.

    Kendati begitu, kata SBY, gugatan ke MK itu tidak menghalangi sikap partainya menerima hasil pemilihan legislatif. "Jika Partai Demokrat harus mewadahi permohonan para caleg untuk melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, tidaklah menghalang-halangi sikap kami untuk menerima hasil pemilu 2019 ini."

    Berdasarkan penetapan rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Umum 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum pada Selasa dinihari, Partai Demokrat tercatat mendapat 10.876.507 suara atau 7,77 persen. Jumlah kursi DPR yang didapat diperkirakan sebanyak 54 kursi.

    Ditilik dari persen perolehan suara, partai berlambang bintang mercy ini berada di urutan ketujuh setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (19,33 persen), Partai Gerindra (12,57 persen), Partai Golkar (12,31 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (9,69 persen), Partai Nasdem (9,05 persen), dan Partai Keadilan Sejahtera (8,21 persen).

    Jika merujuk perolehan kursi di DPR, Demokrat berada di posisi keenam setelah PDIP (128 kursi), Golkar (85 kursi), Gerindra (78 kursi), Nasdem (59 kursi), PKB (58 kursi). Namun, berdasarkan dua indikator ini Demokrat tetap terlempar dari lima besar partai pemenang pemilu.

    "Bersamaan dengan itu Partai Demokrat juga mengucapkan selamat kepada partai-partai politik yang memiliki perolehan kursi di DPR yang lebih banyak dibandingkan pemilu 2014 yang lalu," ucap SBY.

    SBY mengatakan, Demokrat memiliki sejumlah kritik terkait Pemilu 2019. Demokrat  akan menuntaskan evaluasi menyeluruh terkait pemilu yang saat ini tengah berlangsung. Dia berjanji hasil evaluasi itu akan disampaikan kepada pemerintah dan lembaga-lembaga yang berwenang mengurusi pemilu.

    SBY mengatakan evaluasi Demokrat mencakup sistem, undang-undang, aturan pemilu yg lebih tepat, serta pelaksanaan kampanye dan pemungutan suara termasuk penghitungannya yang lebih kredibel, akuntabel, dan transparan. SBY juga berjanji bahwa Demokrat akan terus menjadi peserta pemilu dan pecinta demokrasi yang setia.

    Selanjutnya SBY Makin Bersyukur...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.