BPN Sebut Jumlah DPK Penyebab Jokowi Kalahkan Prabowo di Jakarta

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menuruni tangga saat mengunjungi Taman Kumbasari di tepi sungai Tukad Badung di Denpasar, Bali, 18 Mei 2019. Dalam kunjungannya presiden mengapresiasi pelarangan penggunaan kantong plastik bagi para pengunjung pasar dan penataan sempadan sungai Tukad Badung yang dijadikan Taman Kumbasari. TEMPO/Johannes P. Christo

    Presiden Joko Widodo menuruni tangga saat mengunjungi Taman Kumbasari di tepi sungai Tukad Badung di Denpasar, Bali, 18 Mei 2019. Dalam kunjungannya presiden mengapresiasi pelarangan penggunaan kantong plastik bagi para pengunjung pasar dan penataan sempadan sungai Tukad Badung yang dijadikan Taman Kumbasari. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin unggul tipis dari lawannya, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Provinsi DKI Jakarta. Hal ini diketahui dalam rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI hari ini, Sabtu, 18 Mei 2019.

    Baca: Jokowi Menang di Jakarta, Saksi Prabowo Tolak Teken Rekapitulasi

    Politikus Gerindra, Azis Subekti, menduga kemenangan Jokowi ini imbas partisipasi pemilih dari kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang tinggi.

    Ia menjelaskan Prabowo - Sandiaga kalah telak di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Dua wilayah ini, kata Azis, dikenal sebagai basis Jokowi. "Dan di sana partisipasi dari DPK angkanya terbilang tinggi," kata Azis saat dihubungi Tempo, Sabtu, 18 Mei 2019.

    Merujuk data KPU DKI Jakarta, jumlah pemilih DPK di seluruh DKI Jakarta sebanyak 225.536 orang. Adapun jumlah DPK di Jakarta Utara sebanyak 38.905 orang dan di Jakarta Utara 72.612 orang.

    Menurut Azis, ada kemiripan antara jumlah pemilih DPK di seluruh DKI Jakarta itu dengan selisih suara Jokowi dan Prabowo. "Selisih yang sekitar 200 ribuan itu hampir sama dengan jumlah DPK," tutur Azis.

    Hasil rekapitulasi KPU RI menunjukkan Jokowi - Ma'ruf mendapat 3.279.547 suara. Sedangkan Prabowo-Sandiaga meraup 3.066.137 suara. Selisih keduanya 213.410 suara.

    Baca: Profil 9 Anggota Pansel KPK Pilihan Jokowi

    Meski menyoroti tentang DPK tapi Azis enggan beranggapan jika hal itu menjadi celah kecurangan dalam pemilu 2019. "Kami tidak bisa katakan kecurangan pada media karena harus memberi bukti. Tapi yang pasti kami menduga partisipasi DPK ini yang memenangkan paslon 01 (Jokowi-Ma'ruf)," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.