Jokowi Menang di Jakarta, Saksi Prabowo Tolak Teken Rekapitulasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (ketiga kanan) berfoto dengan warga saat mengunjungi pusat perbelanjaan Beachwalk di Badung, Bali, Jumat, 17 Mei 2019. Di Bali, presiden melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan pariwisata berbasis olahraga di Desa Kutuh, Badung dan Pasar Badung di Kota Denpasar. ANTARA/Fikri Yusuf

    Presiden Jokowi (ketiga kanan) berfoto dengan warga saat mengunjungi pusat perbelanjaan Beachwalk di Badung, Bali, Jumat, 17 Mei 2019. Di Bali, presiden melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan pariwisata berbasis olahraga di Desa Kutuh, Badung dan Pasar Badung di Kota Denpasar. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, menang di Provinsi DKI Jakarta. Dalam rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara nasional di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI,  pasangan ini unggul tipis dari lawannya, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Baca: Presiden Jokowi Tetapkan 9 Anggota Pansel Calon Pimpinan KPK

    Berdasarkan hasil rekapitulasi, Jokowi - Ma'ruf mendapat 3.279.547 suara. Sedangkan Prabowo - Sandiaga meraup 3.066.137 suara. Adapun suara tidak sah 79.890.

    "Alhamdulillah proses rekapitulasi Provinsi DKI Jakarta sah," kata komisioner KPU RI Hasyim Asyari, di lokasi, Jakarta, 18 Mei 2019.

    Rapat ini turut dihadiri oleh saksi dari kedua kubu dan partai politik. Ketua Badan Pengawas Pemilu Abhan dan anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin juga hadir.

    Namun, rapat pleno ini lagi-lagi diwarnai aksi saksi dari BPN yang menolak menandatangani hasil rekapitulasi penghitungan suara. "Seperti halnya di Jawa Barat, tanpa mengurangi apresiasi kami kepada para petugas kami tidak akan menandatangani," kata Azis Subekti.

    Baca: Rekapitulasi KPU: Jokowi-Ma'ruf Menang Telak di Papua Barat

    Menurut Azis, Kubu Prabowo tidak akan menandatangani hasil rekapitulasi penghitungan suara di seluruh provinsi di Indonesia. "Baik kami menang atau kalah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.