Ma'ruf Sesalkan Kubu Prabowo Paparkan Kecurangan Pemilu ke Publik

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres 01 Ma'ruf Amin tampil lebih milienal dengan mengenakan baju koko berwarna putih lengkap dengan kopiah dan sarung dibalut jaket berlogo 01. Serasi dengan istrinya Wury Estu Handayani yang mengenakan jilbab berlogo 01. Istimewa

    Cawapres 01 Ma'ruf Amin tampil lebih milienal dengan mengenakan baju koko berwarna putih lengkap dengan kopiah dan sarung dibalut jaket berlogo 01. Serasi dengan istrinya Wury Estu Handayani yang mengenakan jilbab berlogo 01. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menyesalkan langkah kubu Prabowo Subianto yang memaparkan bukti kecurangan pemilu kepada publik di Hotel Grand Sahid Jaya pada siang ini, Selasa, 14 Mei 2019.

    Baca: Kubu Prabowo Paparkan Kecurangan Pemilu, Ini Imbauan Moeldoko

    "Seharusnya diserahkan pada pihak-pihak yang kompeten. Kan ada Bawaslu, ada KPU. Enggak usah dibuka ke publik," ujar Ma'ruf Amin saat ditemui di kantor MUI Pusat, Jakarta pada Selasa, 14 Mei 2019.

    Menurut Ma'ruf, sudah ada aturan dan mekanisme yang berlaku. "Sesuai aturan,
    mestinya disampaikan kepada Bawaslu untuk dibahas di sana, selanjutnya penilaian akan diberikan Bawaslu seperti apa," ujar Ma'ruf.

    Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi memaparkan hasil temuan mereka tentang dugaan kecurangan Pemilu 2019 hari ini, 14 Mei 2019. Laporan itu akan disampaikan langsung oleh Sandiaga Uno di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.

    Sandiaga mengatakan paparan BPN ini akan dihadiri sekitar 1.000 orang. Undangan itu mewakili masyarakat, pemerintah, tamu-tamu kenegaraan, serta perwakilan duta-duta besar negara tetangga. Tanpa menjabarkan duta besar mana saja yang telah diminta datang, Sandiaga optimistis tamu kenegaraan itu akan mengindahkan undangannya.

    Selain daftar undangan yang telah disebutkan sebelumnya, Sandiaga mengatakan timnya juga mengundang Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja kubu Jokowi - Ma'ruf Amin. "Kami mengundang pihak partai politik koalisi 01," ucap Sandiaga.

    Adapun laporan yang bakal dipaparkan itu memuat hasil dugaan kecurangan Pemilu dan cacat teknis yang diperoleh tim pakar dari penelisikan ke berbagai daerah. Temuan ini telah diramu oleh BPN selama 10 hari dan digadang-gadang bakal menjadi bahan diskursus untuk evaluasi Pemilu selanjutnya.

    Laporan dugaan kecurangan ini sebelumnya diklaim telah disampaikan BPN kepada Badan Pengawas Pemilu dan Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu. Data secara rinci, kata Sandiaga, diserahkan kepada pihak berwenang belum lama ini.

    Baca: Ketua DPR Sebut Kubu Prabowo Terlalu Cepat Menuding Pemilu Curang

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan paparan hasil temuan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengenai kecurangan Pemilu 2019. "Masyarakat ya enggak usah terpancing beberapa hal yang dikembangkan. Nanti negara jadi enggak nyaman," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

    DEWI NURITA | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.