Rekapitulasi Suara Nasional, Jokowi Unggul di Kalimantan Utara

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rapat Pleno rekapitulasi tingkat nasional penghitungan suara dalam negeri Pemilu 2019, di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat pada Sabtu, 11 Mei 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Rapat Pleno rekapitulasi tingkat nasional penghitungan suara dalam negeri Pemilu 2019, di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat pada Sabtu, 11 Mei 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta -  Rekapitulasi suara tingkat nasional yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum pada Sabtu, 11 Mei 2019, menghitung hasil suara pemilihan presiden untuk Kalimantan Utara. Hasilnya, suara pasangan Jokowi - Ma'ruf unggul dibanding suara untuk pasangan Prabowo - Sandiaga.

    Baca: Pleno Rekapitulasi Suara di Depok, Prabowo Ungguli Jokowi

     

    Berdasarkan hasil rekapitulasi, Ketua KPU Kalimantan Utara Suryanata Al Islami mengumumkan data perolehan suara Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf sebanyak  248.239. Sementara perolehan suara Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi sebanyak 106.162.  Selisih suara antara dua pasangan tersebut sebanyak 142.077 suara.

    "Jumlah suara sah sebanyak 354.401 dan suara tidak sah sebanyak 4.840. Jumlah suara sah dan tidak sah sebanyak 359.241," ujar Suryanata di kantor KPU RI pada Sabtu, 11 Mei 2019.

    Proses rekapitulasi suara nasional hari ini dimulai pukul 14.30. Kemarin, rekapitulasi nasional dimulai pukul 13.00, dimulai dari Provinsi Bali dan kemudian Bangka Belitung. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf unggul di dua provinsi tersebut.

    Adapun rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 di luar negeri, sudah diselesaikan 129 wilayah dari total 130 wilayah kerja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).

    Baca: Hasil Rekapitulasi Suara di Jaktim dan Jakut Belum Rampung

    Komisioner KPU Evi Novida Ginting mengatakan dari total 130 PPLN, hanya Kuala Lumpur yang belum dilakukan rekapitulasinya. "Yang lain sudah kami lakukan ya, makanya kami menunggu untuk itu dulu," ujar Evi.

    Rekapitulasi suara Pemilu 2019 di Kuala Lumpur belum selesai dilakukan lantaran ada pemungutan suara ulang metode pos, akibat kasus temuan surat suara yang sudah tercoblos beberapa waktu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.