Sandiaga Mengaku Tak Baper soal Video Siap Presiden ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat mengunjungi Panitia Pemilihan Kecamatan di Gelanggang Remaja Matraman, Jakarta Timur, Selasa, 30 April 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno saat mengunjungi Panitia Pemilihan Kecamatan di Gelanggang Remaja Matraman, Jakarta Timur, Selasa, 30 April 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden 02, Sandiaga Uno mengaku tak ingin terbawa perasaan alias baper menyikapi video yang menggambarkan sikap sejumlah pejabat Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin memberi hormat sembari berucap "siap presiden" ke Jokowi. Sandiaga menganggap sikap yang tergambar dalam video itu normal saja.

    Baca: TKN Hormat Siap Presiden ke Jokowi, BPN: Menyindir Pak Prabowo

    "Enggak lah, saya enggak baperan. Buat saya normal-normal aja. Kan Pak Jokowi emang presiden," kata Sandiaga di Gelanggang Remaja Matraman, Jakarta Timur, Selasa, 30 April 2019.

    Video "siap presiden" ke Jokowi itu diunggah oleh akun instagram Sekretaris Kabinet Pramono Anung, @pramonoanung. Dalam video itu, sejumlah pejabat TKN berdiri rapi sambil memberi hormat kepada Jokowi dan berucap, "Siap Presiden!". Kejadian itu berlangsung sebelum pertemuan Jokowi dan TKN di Rumah Heritage, Jalan Sam Ratulangi, Jakarta pada Ahad malam, 28 April 2019.

    Sejumlah anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf memberi hormat sambil berkata'Siap Presiden'' dihadapan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi. Sumber: Instagram/@pramonoanungw

    Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menilai video itu menyindir Prabowo yang menerima salam hormat serupa dari Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) beberapa waktu lalu. Andre juga menilai sindiran itu berlebihan hingga menghina penghormatan ala militer.

    Sandiaga tak menganggap sikap yang tergambar dalam video itu sebagai sindiran yang menghina. Dia mengatakan, dalam politik semestinya tak mudah terbawa perasaan.

    "Enggak, enggak ada. Saya melihatnya enggak ya. Saya lihat videonya secara keseluruhan oke-oke saja. Saya enggak baperan," kata dia.

    Meski begitu, Sandiaga mengingatkan pentingnya menjaga suasana hati dan kondusivitas di masyarakat. Dia mengatakan bahwa suasana yang sejuk dan damai pascapemilu harus dirawat.

    "Take it easy. Nah (tapi) yang terpenting menjaga suasana hati masyarakat. Kita jangan sampai mengintimidasi dan memprovokasi," kata Sandiaga.

    Sebelumnya, influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, Adian Napitupulu membantah tingkah menghormat dan salam "siap presiden" kepada Jokowi itu sebagai parodi yang sengaja direncanakan. Dalam video, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini terlihat sebagai yang pertama kali memperagakan hormat "siap presiden" tersebut.

    Baca juga: Sandiaga: Aspirasi Warga Cileungsi Pasang Baliho Mesti Dihormati

    Adian juga menampik saat ditanya apakah hal tersebut dibuat untuk menyindir Prabowo. "Itu tidak direncanakan. Enggak nyindir, tapi faktanya memang Jokowi Presiden," ujar Adian saat dihubungi Tempo, Senin, 29 April 2019.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.