Kubu Jokowi Belum Membahas Soal Buka Koalisi untuk Partai Lain

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menemui wartawan sebelum rapat sembilan sekjen partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menemui wartawan sebelum rapat sembilan sekjen partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin, belum memutuskan akan membuka koalisi untuk partai-partai lain. Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding mengatakan hingga saat ini di internal Koalisi Indonesia Kerja (KIK), belum ada pembicaraan soal itu.

    Baca: Zulkifli Hasan Bertemu Jokowi, Sekjen PAN: Kami Tetap di Prabowo

    “Itu tergantung Pak Jokowi dan teman-teman partai koalisi, seperti apa sikap mereka. Memang selama ini kan belum dibahas,” ujar Karding saat dihubungi, Jumat 26 April 2019.

    Hal serupa juga diungkapkan oleh juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily. Ia menambahkan, persoalan tersebut pasti akan dibahas di internal koalisi. Namun, kata dia, untuk saat ini mereka akan menunggu hasil rekapitulasi suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Menurut Ace, hasil KPU dapat menentukan kekuatan dari koalisi. Hasil itu juga, kata dia, bisa jadi bahan pertimbangan, apakah kekuatan baru di luar formasi KIK saat ini masih dibutuhkan atau tidak.

    “Saya kira kami menunggu. Lebih baik kami menunggu hasil KPU dulu, terutama hasil dari pilpres dan juga hasil pileg. Kan masing-masing kekuatan parpol masih belum bisa tergambarkan secara utuh,” tutur Ace di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat, 26 April.

    Sebelumnya pertemuan antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di Istana pada Rabu 24 April 2019 lalu menimbulkan spekulasi bakal bergesernya dukungan PAN pasca-pilpres 2019.

    Dalam perbincangan Jokowi dan Zulkifli seusai pelantikan Gubernur Maluku itu, tampak pula Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. NasDem dan PDIP adalah dua partai pengusung Jokowi di Pilpres 2019.

    Ace menampik spekulasi tersebut. Ia mengatakan bahwa pertemuan Jokowi dan Zulkifli tidak bisa serta merta diartikan sebagai komitmen koalisi. Pertemuan tersebut, menurut Ace, perlu dimaknai sebagai pertemuan kedua kubu sebagai upaya rekonsiliasi.

    Baca juga: Jokowi Sebut Pertemuannya dengan Zulkifli Hasan Hal Biasa

    Selain dari KIK, Ace menambahkan, keputusan berkoalisi juga tergantung pada PAN. Pasalnya, di internal PAN sendiri, masih keras mengkritik presiden. “Di PAN kan kita tahu sendiri ada yang masih teriak-teriak, presiden bebek lembek, apalah gitu. Buat saya lihat saja perkembangannya,” ucap politikus Partai Golkar ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?