Hadiri Tasyakuran Kiai, Ma'ruf Amin Disebut Wapres Terpilih

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin berorasi saat hadir pada kampanye terbuka di Lapangan Kamboja, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Sabtu 30 Maret 2019. Kampanye terbuka tersebut dihadiri calon Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 tersebut pada Pemilu serentak 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Dodo Karundeng

    Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin berorasi saat hadir pada kampanye terbuka di Lapangan Kamboja, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Sabtu 30 Maret 2019. Kampanye terbuka tersebut dihadiri calon Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 tersebut pada Pemilu serentak 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Dodo Karundeng

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin menghadiri silaturahmi dan doa bersama kalangan ulama dan kiai se Yogyakarta di Pondok Pesantren Al Habibiah Mantrijeron Kota Yogyakarta, Rabu 24 April 2019.

    Baca juga: Ma'ruf Amin Ingin Bertemu Sandiaga Uno

    Dalam kesempatan itu, sebelum Ma'ruf memberikan sambutannya, panitia pondok memberi sedikit pengantar soal tujuan acara itu. Hingga tiba waktunya Ma'ruf Amin untuk berbicara di depan ratusan ulama dan kyai yang hadir.

    "Mari kita dengarkan sambutan dari Wakil Presiden terpilih, Kiai Haji Ma'ruf Amin," ujar panitia disambut sorai para kiai yang hadir.

    Ma'ruf pun hanya tampak tertawa mendengar sapaan untuknya itu.

    Ma'ruf mengatakan ia senang akhirnya bisa ke Yogya menghadiri tasyakuran bersama para ulama dan kiai di Kota Gudeg setelah selesainya pemilu presiden 2019.

    "Tapi saya belum jadi wakil presiden, jadi kalau mau bikin tasyakuran judulnya Siap-Siap Jadi Wakil Presiden," ujar Ma'ruf disambut tawa peserta silaturahmi.

    Ma'ruf menuturkan bahwa dirinya dengan pasangannya calon presiden Joko Widodo alias Jokowi saat ini baru menang dalam versi perhitungan cepat atau quick count.

    "Kita harus menunggu real count dari KPU," ujarnya.

    Ma'ruf Amin menambahkan pihaknya bersyukur secara hitung cepat bisa unggul. Ia pun meminta doa dari para ulama dan kiai semoga hasil hitung cepat itu kelak tak berbeda dengan hasil real count KPU.

    "Mudah-mudahan (quick count) tidak berbeda (dengan real count)," ujarnya.

    Ma'ruf menambahkan yang terpenting pasca pemilu justru tanggung jawab ke depan bagaimana kelak pemimpin terpilih dapat mewujudkan harapan dan cita cita bangsa. Supaya Indonesia ke depan menjadi lebih baik dan lebih maju dan sejahtera. Dan juga menghilangkan paham-paham radikal yang bisa menimbulkan konflik antar anak bangsa dan merusak keutuhan.

    Baca juga: Jokowi - Ma'ruf Gelar Pertemuan Bersama Ketua Umum Partai Koalisi

    "Ini tanggung jawab kita bersama ke depan dalam rangka mengawal, mohon doa supaya juga bisa memperoleh hidayah Allah, supaya bisa menjalankan dengan sebaik baiknya jika terpilih," ujarnya.

    Ma'ruf Amin juga meminta para ulama dan kiai berdoa bersama serta ikut menjaga agar pemilu yang sudah berjalan baik dan tinggal menunggu keputusan KPU ini berjalan lancar tidak ada gangguan.

    "Dan juga setelah diputuskan tidak terjadi sesuatu apa pun, semuanya aman dan tentram. Saya kira para ulama terus bermohon kepada Allah supaya negara kita ini tetap aman dan tenteram utuh dan juga bersatu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.