Lima Jurus Kubu Prabowo dalam Menunggu Hasil Resmi KPU

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berorasi di depan pendukungnya dalam acara Syukur Kemenangan Indonesia di Kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. Dalam acara ini, Sandiaga Uno tidak hadir karena sedang sakit. TEMPO/Melgi Anggia

    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berorasi di depan pendukungnya dalam acara Syukur Kemenangan Indonesia di Kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. Dalam acara ini, Sandiaga Uno tidak hadir karena sedang sakit. TEMPO/Melgi Anggia

    TEMPO.CO, Jakarta -  Dua pasangan calon presiden-wakil presiden, Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, kini menunggu hasil penghitungan suara resmi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Baca: Lima Jurus Kubu Jokowi dalam Menunggu Hasil Resmi KPU

    Meski pengumuman hasil resmi akan dilakukan pada 22 Mei 2019, namun sejumlah manuver dilakukan kubu Prabowo terkait hasil pilpres. Berikut sejumlah kegiatan yang mereka lakukan.

    1. Mendeklarasikan kemenangan
    Prabowo Subianto bolak-balik mendeklarasikan kemenenangannya di Pilpres 2019. Hingga saat ini, Prabowo setidaknya sudah tiga kali melontarkan klaim kemenangan dan dua kali sujud syukur.

    "Saya akan dan sudah menjadi presiden seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo di atas panggung berkarpet merah di depan rumah peninggalan orang tuanya, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019.

    2. Mengumpulkan bukti kecurangan pemilu
    Jajaran tim sukses Prabowo menuding adanya kecurangan dalam pelaksanaan pemilu 2019. Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Sudirman Said misalnya. Dia mengatakan banyak menyaksikan indikasi pelanggaran, kejanggalan, dan kecurangan dalam pelaksanaan pemungutan suara di pemilu 2019. Indikasi-indikasi ini, kata Sudirman, disaksikan BPN mulai dari Aceh hingga Papua.

    3. Minta relawan kawal C1
    Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan kubu Prabowo beserta para relawannya terus mengawal pendataan form C1 dalam pelaksanaan pemilu 2019. Hal ini dikatakan Dahnil saat ia dan jajaran BPN lainnya mendatangi kediaman calon wakil presiden Sandiaga Uno, Ahad malam, 21 April 2019. "Kami coba update perkembangan C1 yang sudah dikumpulkan para relawan kepada Bang Sandi," kata Dahnil, di depan kediaman Sandiaga.

    4. Pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam
    Baik Prabowo dan Sandiaga kemarin menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam. Prabowo misalnya, kemarin menerima sejumlah tetamu di rumah peninggalan orang tuanya, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 23 April 2019.

    Sandiaga Uno pun kemarin sore juga menggelar pertemuan dengan para ulama dan kiai dzurriyat (keturunan) pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid at-Taqwa, Jalan Sriwijaya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Sandi bersama para ulama mengaku saling mendoakan untuk keberkahan negeri ini dan mendorong Komisi Pemilihan Umum berlaku jujur dan adil.

    5. Wacana people power
    People power sebenarnya telah diwacanakan politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, beberapa pekan sebelum pelaksanaan pemungutan suara pemilu 2019. Amien Rais menyatakan akan mengerahkan massa atau people power untuk turun ke jalan jika mereka menemui kecurangan dalam Pilpres 2019.

    Baca: Pilpres 2019, Begini Bravo-5 di Jabar Gagal Dongkrak Suara Jokowi

    "Kalau kami memiliki bukti adanya kecurangan sistematis dan masif, saya akan mengerahkan massa untuk turun ke jalan, katakanlah Monas, dan menggelar people power," kata Amien beberapa waktu lalu.

    RYAN DWIKY ANGGRIAWAN | BUDIARTI UTAMI PUTRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.