Gubernur Edy Kritik Soal Netralitas Bupati Mandailing Natal

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, saat menggunakan hak pilihnya di TPS 46, Kelurahan Pangkalan Mahsyur, Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumatera Utara pada Rabu, 17 April 2019 / Foto : IIL ASKAR MONDZA

    Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, saat menggunakan hak pilihnya di TPS 46, Kelurahan Pangkalan Mahsyur, Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumatera Utara pada Rabu, 17 April 2019 / Foto : IIL ASKAR MONDZA

    TEMPO.CO, Jakarta - Buntut pengunduran diri Bupati Mandailing Natal karena kekalahan Jokowi di daerahnya ikut dikomentari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Edy menyatakan harusnya kepala daerah bisa bersikap netral dalam setiap kontestasi politik. “Jadi siapapun yang menang jadi tidak ada masalah,” ujar Edy saat ditanyai awak media di Medan, Senin, 22 April 2019.

    Berita terkait:  Mendagri Akan Panggil Bupati Mandailing Natal

    Edy mengatakan siapapun yang nantinya terpilih sebagai Presiden, masyarakat Sumatera Utara tetap menjadi masyarakat Sumatera Utara. Sebab kepala daerah harusnya bekerja untuk rakyatnya, bukan atas kepentingan-kepentinan tertentu.

    Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution diketahui menulis surat pengunduran diri dari jabatannya, yang disebabkan kekalahan Jokowi-Ma’ruf didaerahnya. Salinan surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo itu beredar di grup-grup percakapan sejak Ahad, 21/04.

    Edy mengingatkan proses pengunduran diri itu seharusnya sesuai prosedur, yaitu melalui surat yang ditujukan kepada DPRD Mandailing Natal. Setelah dilakukan pembahasan dan diparipurnakan, hasilnya disampaikan ke Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Sumatera Utara.

    Sehingga, kata Edy, surat permohonanan pengunduran diri dapat diproses dan dapat ditetapkan melalui surat keputusan. “Bukan terus dari situ (Bupati) langsung kesana (Presiden). Itu salah,” kata Edy.

    Edy juga mempersilahkan kepala daerah atau aparatur sipil negara yang tidak netral, mengikuti cara Bupati Dahlan untuk mengundurkan diri. “Yang merasa tidak-tidak netral itu, tinggal siapa yang mau ikut Dahlan. Mundur-mundur, kalau tidak netral,” kata Edy.

    Edy mengatakan dirinya tak pernah menentukan dan mengumumkan pilihan politiknya dalam Pilpres yang lalu. “Dari awal saya katakan, kenapa saya tak menentukan satu atau dua, karena rakyat saya ini ada nomor satu dan nomor dua. Saya mengayomi semuanya,” tutup Edy.

    IIL ASKAR MONDZA (Medan)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.